
Farahdibha Tenrilemba Wakil Indonesia dalam Forum APEC PPWE
TABLOIDSINARTANI. COM, Jeju, Korea Selatan — Nama Indonesia kembali menggaung di panggung internasional. Farahdibha Tenrilemba tampil sebagai salah satu pembicara utama dalam forum Asia-Pacific Economic Cooperation Policy Partnership on Women and the Economy (APEC PPWE) 2025 yang digelar di Jeju, Korea Selatan.
Dalam forum prestisius ini, Farahdibha membagikan pengalaman dan strategi Indonesia dalam memberdayakan perempuan, khususnya generasi muda, dalam pembangunan ekonomi kawasan.
Dalam sesi bertajuk “The Role of Young Women in Driving Economic Development,” Farahdibha menyoroti peran vital perempuan muda dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ia memaparkan sejumlah inisiatif dari Indonesia yang telah berhasil meningkatkan literasi keuangan, memperkuat kewirausahaan pemuda pedesaan, hingga mendorong partisipasi aktif perempuan dalam ekonomi lokal.
"Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan kemandirian individu, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi komunitas," ujar Farahdibha yang juga menjabat sebagai Ketua Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) dan Sekretaris Jenderal Wanita Tani Indonesia HKTI.
Ia juga menekankan peran penting organisasi perempuan dalam mendukung ekonomi berbasis komunitas, mulai dari pelatihan kepemimpinan hingga pendampingan usaha yang menjangkau perempuan di akar rumput.
Tak hanya itu, Farahdibha turut berkontribusi dalam dua sesi strategis lainnya, yakni “Women’s Health and Its Impact on Economic Growth” dan “Care Economy and Work-life Balance in the Context of Low Fertility and Aging Populations".
Dengan pengalamannya sebagai Co-Chair Working Group Care Economy W20-G20 2024, ia menegaskan perlunya investasi pada infrastruktur layanan perawatan, perlindungan maternitas, serta kebijakan ketenagakerjaan yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga.
“Forum seperti PPWE membuka ruang kolaborasi lintas sektor dan negara untuk memperkuat komitmen terhadap kebijakan ekonomi yang inklusif. Saya juga mengajak sektor swasta untuk ikut serta menciptakan lingkungan kerja yang ramah perempuan, termasuk melalui skema cuti melahirkan yang progresif,” ungkapnya.
Farahdibha menegaskan bahwa keterlibatan aktif perempuan muda dalam UMKM dan ekonomi lokal adalah kunci untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.
Sebagai informasi, APEC PPWE merupakan forum kerja sama regional di bawah naungan APEC yang berfokus pada pengarusutamaan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan dalam kebijakan pembangunan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.