Selasa, 13 Januari 2026


Amran Sulaiman Pimpin Dua Lembaga Sekaligus, Swasembada Pangan Terus Diincar

13 Okt 2025, 14:55 WIBEditor : Gesha

Dengan sertijab resmi, Amran Sulaiman memimpin Kementan sekaligus Bapanas. Langkah ini diharapkan percepat capaian swasembada pangan nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Dengan sertijab resmi, Amran Sulaiman memimpin Kementan sekaligus Bapanas. Langkah ini diharapkan percepat capaian swasembada pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kini resmi merangkap dua jabatan sekaligus. Ia tidak hanya menjabat sebagai Menteri Pertanian, tetapi juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Hal ini dilakukan melalui serah terima jabatan (Sertijab) yang berlangsung di Kantor Bapanas, Jakarta, pada Senin (13/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Amran menerima tongkat estafet dari pejabat lama Bapanas, Arief Prasetyo Adi. Usai acara, Amran mengungkapkan hubungan dekatnya dengan Arief yang telah terjalin selama 10 tahun.

“Beliau sahabat saya sejak 10 tahun lalu, waktu masih menjabat Dirut Food Station. Pak Arief pekerja keras, cerdas, dan berintegritas luar biasa,” ujar Amran kepada wartawan.

Amran menekankan bahwa keberhasilan sektor pangan selama beberapa tahun terakhir tak lepas dari kontribusi Arief.

Menurutnya, upaya menuju swasembada pangan yang menjadi prioritas nasional merupakan hasil kerja sama semua pihak, termasuk Arief.

“InsyaAllah, tahun ini Indonesia bisa mencapai swasembada pangan dalam waktu 2–3 bulan ke depan, bila tidak ada hambatan. Itu juga buah tangan Pak Arief,” ungkapnya.

Sementara itu, Arief Prasetyo Adi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Presiden Prabowo Subianto selama dirinya memimpin Bapanas.

Ia juga mendoakan kesuksesan Amran dalam mengemban tugas ganda sebagai Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas.

Sementara itu, Arief Prasetyo Adi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Presiden Prabowo Subianto selama dirinya memimpin Bapanas.

Ia juga mendoakan kesuksesan Amran dalam mengemban tugas ganda sebagai Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas.

“Selamat dan sukses kepada sahabat saya Pak Menteri Amran Sulaiman. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran tugas-tugas beliau,” kata Arief.

Terkait penggabungan Bapanas ke Kementerian Pertanian, Amran menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya merupakan arahan Presiden. Langkah ini dipandang sebagai upaya efisiensi kelembagaan.

“Dulu Bapanas memang berada di bawah Kementerian Pertanian, termasuk juga Badan Karantina. Mungkin salah satu tujuannya efisiensi,” jelas Amran.

Di sisi lain, Arief memilih tidak banyak berkomentar soal penggabungan Bapanas. Ia menekankan fokusnya kini untuk mendoakan keberhasilan Amran menyelesaikan tugas yang berat.

“Hari ini fokusnya kita mendoakan Pak Menteri Amran Sulaiman. Yang lainnya, kita taat perintah Presiden,” ujarnya singkat.

Serah terima jabatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, termasuk Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Langkah Amran memimpin dua lembaga sekaligus ini menjadi sorotan publik karena diharapkan bisa mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional.

Pemerintah menargetkan peningkatan produksi pangan strategis, penguatan stok nasional, serta distribusi yang lebih merata ke seluruh wilayah Indonesia.

Dengan kombinasi jabatan Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas, Amran memiliki kesempatan untuk menyatukan kebijakan, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan koordinasi antarunit di sektor pangan.

Hal ini diyakini dapat mendukung upaya pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan, harga stabil, dan ketahanan pangan nasional yang lebih kuat.

Amran pun menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras, memaksimalkan koordinasi, serta menjaga integritas setiap program yang dijalankan.

Dengan dukungan tim dan berbagai pihak terkait, ia optimistis target swasembada pangan bisa segera tercapai.

Keputusan merangkap jabatan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk meninjau kembali struktur kelembagaan, mengefektifkan birokrasi, dan menekankan fokus pada hasil nyata di lapangan.

Jika langkah ini berhasil, Indonesia berpotensi lebih siap menghadapi tantangan ketahanan pangan, termasuk fluktuasi harga, distribusi, dan perubahan iklim yang memengaruhi produksi pangan.

Dengan pengalaman panjang Amran di sektor pertanian, didukung rekam jejak Arief selama memimpin Bapanas, publik menaruh harapan besar agar program swasembada pangan tidak hanya sekadar target, tapi benar-benar terealisasi di lapangan.

Langkah berani ini pun dipandang sebagai salah satu strategi kunci pemerintah untuk memastikan pangan tetap aman, terjangkau, dan cukup bagi seluruh masyarakat.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018