Tuesday, 10 March 2026


Soroti Tiga Komoditas Picu Inflasi, Pemerintah Ultimatun Pelaku Usaha Nakal

04 Mar 2026, 15:09 WIBEditor : Herman

Menteri Pertanian Sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman menyoroti kenaikan harga tiga komoditas pangan strategis yang menjadi penyumbang inflasi.

 Ketiga komoditas tersebut yakni daging sapi, minyak goreng, dan ayam ras.

“Ini tiga yang menonjol di inflasi berdasarkan data BPS, yakni ayam ras, minyak goreng, dan daging,” ujar Amran usai Rapat Koordinasi SPHP Daging, Ayam Ras dan Minya di Jakarta, Rabu (4/3).

Untuk daging sapi, Amran menegaskpemerintah telah menerbitkan izin impor sejak Desember 2025.

 Sebanyak 600.000 ekor sapi hidup dan 280.000 ton daging sapi telah mendapat rekomendasi impor guna menjaga pasokan dalam negeri.

Dengan izin yang sudah diterbitkan, ia menilai tidak ada alasan bagi harga daging sapi untuk melonjak.

Namun, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan kenaikan harga justru terjadi di tingkat distributor besar atau middle man. 

Di Bandung, misalnya, harga dilaporkan naik hingga Rp23.000 per kilogram di level distributor.

“Itu kenaikan harga ada di distributor besar, middle man. Jadi ini yang tidak benar,” tegasnya.

Amran meminta Satgas Pangan dan aparat penegak hukum, termasuk Ditkrimsus di seluruh Indonesia, untuk bertindak tegas terhadap pelaku yang memainkan harga.

“Bila perlu langsung segel saja. Tidak boleh beri ampun. Ini menyusahkan masyarakat di bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Selain daging sapi, minyak goreng juga menjadi perhatian serius pemerintah.

 Sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, Indonesia dinilai tidak memiliki alasan kekurangan pasokan.

Menurut Amran, produksi minyak goreng saat ini dalam kondisi melimpah. Karena itu, kenaikan harga dinilai tidak wajar.

Ia mengingatkan produsen dan distributor besar agar tidak bermain-main dengan harga.

 Pemerintah siap menempuh langkah hukum, baik pidana maupun perdata, bagi pihak yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Komoditas ayam ras juga tercatat mengalami kenaikan harga. 

Amran menyebut margin keuntungan di tingkat distributor besar bisa mencapai 30 persen.

Pemerintah menargetkan seluruh komoditas strategis tetap berada di bawah HET tanpa pengecualian.

“Kita ingin seluruhnya di bawah HET. Sedikit pun tidak boleh naik. Tidak boleh lagi ada kompromi,” tegasnya.

Di tengah sorotan terhadap tiga komoditas tersebut, Amran turut mengapresiasi pedagang bawang, beras, telur, dan cabai yang harganya mulai turun dan berada di bawah HET.

Ia memastikan koordinasi telah dilakukan bersama Menteri Dalam Negeri, Kapolri, Kabareskrim, Menteri Perdagangan, serta Menko Pangan untuk mengendalikan harga dan menjaga stabilitas pasokan selama Ramadhan.

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018