Sabtu, 20 Juli 2019


Menteri Amran : Kami Terus Komitmen Utamakan Kesejahteraan Petani

20 Mar 2019, 21:13 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan bantuan ayam kepada masyarakat di Kabupaten Cianjur | Sumber Foto:TIARA

Kementerian Pertanian (Kementan) membagikan 50 ekor ayam untuk 1 rumah tangga, sehingga 6 bulan kemudian mereka terlepas dari kemiskinan, karena pendapatannya meningkat menjadi Rp 3 juta per bulan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur --- Menteri Pertanian, Amran Sulaiman yang berkomitmen untuk mengutamakan kesejahteraan masyarakat tani terus berupaya menunjukkan bukti komitmennya. Para petani dan santri tani di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar) menyaksikan upaya tersebut.

“Kami membagikan ayam. Kami bagikan lebih 600 ribu ayam untuk Kabupaten Cianjur. Sedangkan di seluruh Indonesia 20 juta ekor khusus saudara kita yang berada pada di bawah garis kemiskinan,” kata Amran usai acara Apresiasi dan Sinkonisasi Program Kementan 2019 di Cianjur, Rabu (20/3).

Kementerian Pertanian (Kementan) membagikan 50 ekor ayam untuk 1 rumah tangga, sehingga 6 bulan kemudian mereka terlepas dari kemiskinan, karena pendapatannya meningkat menjadi Rp 3 juta per bulan.

“Sekarang ternyata diminati oleh saudara-saudara kita yang berada dibawah garis kemiskinan, kita bagi ayam seluruh Indonesia. Khusus Cianjur kami berikan 600 ribuan ekor ayam. Memang ini terbesar seluruh Indonesia," tambahnya.

Bukan hanya ayam, Kementan juga memberikan bantuan komoditas lain untuk petani dan santri tani di kabupaten ini.

Ada pun bantuan yang diberikan berupa benih tanaman pangan (padi, jagung, kedelai) untuk 26,3 ha; benih tanaman hortikultura (bawang putih, kangkung, cabai rawit, manggis, jagung) untuk 390 ha; 200 ribu batang bibit kopi arabika; Day Old Chicken(DOC) sebanyak 691.650 ekor dan kandang; ayam 6 ribu ekor; traktor roda dua 38 unit; dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) 2 kelompok.

”Bibit yang Kita bagikan adalah bibit unggul. Bibit kopi yang Kami bagi, adalah kopi yang produksinya tiga kali lipat dari pada kopi yang biasanya. Produksi kopi 0,7 ton per ha, sekarang yang kami bagikan 3,5 sampai 4 ton per ha,” pungkasnya.

Amran mengaku memberikan bibit unggul supaya tidak ada penyesalan dikemudian hari. “Kita membagikan bibit unggul agar petani tidak salah memilih bibit. Salah memilih bibit penyesalannya sampai 10 tahun, bahkan 20 tahun, karena tanaman jangka panjang, sehingga kita hati-hati memilih bibit,” jelasnya.  

Reporter : Tiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018