Wednesday, 01 December 2021


Blibli.com Dampingi UMKM Naik Kelas Go Digital

11 Nov 2021, 21:29 WIBEditor : Gesha

Laman Blibli.com yang menampilkan produk UMKM | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Pemasaran produk UMKM, termasuk pangan kini semakin tak berjarak ruang dan waktu. Karenanya, naik kelasnya UMKM Pangan sudah seharusnya semakin Go Digital. Inilah yang telah dirintis e-commerce Blibli.com sejak 2017.

Siapa yang tak kenal dengan Blibli.com? e-commerce buatan Indonesia ini berdiri sejak 2011 dan fokus pada produk original dan berkualitas mall. Sebagai mal online terbesar dan terpercaya, Blibli.com menawarkan berbagai pilihan produk berkualitas yang disediakan oleh lebih dari 75.000 mitra usaha, mulai dari kebutuhan primer, produk elektronik & gadget, kebutuhan sehari-hari hingga produk untuk keperluan gaya hidup.

“Melihat UMKM yang semakin menggeliat, Blibli.com pun sejak 2017 mulai nyemplung memasarkan produk UMKM yang original, “ ungkap SME Sale Channel Specialist Blibli.com, Taufik Firlani dalam Talkshow UMKM Pangan Lokal Naik Kelas yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani di Jakarta, Kamis (12/11).

Tak hanya memasarkan, pendampingan pada UMKM untuk masuk dalam e-Commerce ini pun dilakukan langsung oleh mereka. Tak heran kini sudah tercatat ribuan UMKM yang bergabung dengan Blibli.com.

Diakuinya terdapat pengalaman tersendiri saat mendampingi UMKM ini untuk bisa naik kelas, go digital. "Sebagian besar pelaku UMKM adalah Ibu-ibu yang kadang enggan untuk belajar baru, merasa hanya cukup jualan di sekitar saja yang ada saja. Padahal, potensi untuk jualan online di Indonesia sangat besar, " jelas Taufik

Karenanya, Blibli.com ikut mendampingi pelaku UMKM mulai dari membuat email, daftar di Blibli.com, sampai mereka terbiasa berjualan online. "Kurang lebih sekarang ada sampai 3 ribuan UMKM yang sudah berjalan aktif, " tuturnya.

Pendampingan Blibli.com yang dilakukan rutin sejak 2017, kini sudah menuai hasil. Banyak pelaku UMKM yang merasakan manfaat berjualan online. Terutama semenjak pandemi, kebiasaan masyarakat sekarang lebih mengandalkan online. "Teman-teman milenial yang melek digital sekarang lebih mudah untuk mencari sesuatu lewat online. Survey terakhir 28 persen masyarakat lebih memilih untuk belanja di rumah, " tuturnya.

Dari data yang dimiliki Blibli.com, dengan masuk ke e-commerce, UMKM mengalami peningkatan penjualan. Contohnya, selama pandemi saja, terjadi peningkatan hingga 7 kali lipat transaksi dari UMKM, terutama di sektor makanan dan minuman, juga kesehatan.

Setidaknya, kini sudah ada 4 regional Blibli.com yang melakukan pendampingan untuk UMKM ini, antara lain Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. “Tapi di daerah yang belum tersentuh, seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan Papua kita bisa dampingi via wa dan telepon oleh masing-masing PIC dari kami,” tuturnya.

Bagi UMKM yang berniat masuk dalam marketplace Blibli.com, Taufik mengatakan, syaratnya cukup mudah hanya KTP, nomor email dan rekening. “Kalau sudah ada produknya, dengan syarat itu bisa langsung menjual. Nanti tim kami akan memberikan pendampingan,” tegasnya.

#Pejuanglokal

Blibli.com menyebut gerakan pendampingan ini sebagai gerakan #Pejuanglokal untuk mendorong transformasi digital terhadap UMKM. Dalam inisiatif #Pejuanglokal, Blibli juga menggelar sejumlah aktivitas untuk semakin memperkenalkan produk UMKM ke khalayak.

Hal itu juga menjadi rangkaian dukungan Blibli terhadap gerakan Bangga Buatan Indonesia dan menjadi bagian dari Galeri Indonesia yang merupakan salah satu fitur dalam Blibli yang mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital.

Untuk diketahui, Program Bangga Buatan Indonesia untuk menimbulkan semangat bagi para pelaku UMKM di tanah air untuk dapat bangkit dan mengembalikan kekuatan sebagai tulang punggung perekonomian rakyat.

Dengan ekosistem yang lengkap, tim terbaik, serta teknologi yang handal, Blibli optimistis dapat memberikan dukungan maksimal untuk mendorong perkembangan industri UMKM sebagai penopang ekonomi di Indonesia. 

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018