
Modus licik pengusaha beras nakal kembali terungkap! Beras medium disulap jadi premium demi untung besar. Mentan Amran geram, langsung turun tangan memburu pelaku.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Harga beras premium naik, tapi beras medium dan Bulog justru turun! Simak update lengkap harga pangan terbaru yang bakal pengaruhi belanja harian kamu mulai sekarang.
Harga beras premium melonjak tipis di pasar konsumen, sementara beras medium dan beras dari Bulog justru menunjukkan penurunan harga.
Fenomena ini membuat banyak pihak bertanya-tanya, apa sebenarnya yang sedang terjadi di pasar pangan nasional?
Data terbaru dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap gambaran lengkap pergerakan harga pangan yang patut disimak!
Menurut data Panel Harga Bapanas yang dirilis Rabu pagi, harga beras premium naik menjadi Rp15.745 per kilogram (kg), naik dari Rp15.612 per kg sebelumnya.
Sementara itu, beras medium justru mengalami penurunan harga, menjadi Rp13.753 per kg dari Rp13.767 per kg, begitu juga beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog turun tipis ke Rp12.468 per kg dari Rp12.606 per kg.
Kenaikan harga beras premium ini menarik perhatian karena biasanya beras jenis ini digemari konsumen yang mencari kualitas tinggi, sementara beras medium dan Bulog yang lebih ekonomis malah turun harga.
Ini menandakan adanya pergeseran preferensi sekaligus tekanan pada daya beli masyarakat yang makin kritis memilih produk.
Fluktuasi Beragam
Tak hanya beras, komoditas pangan lainnya juga menunjukkan fluktuasi yang cukup beragam.
Harga bawang merah turun ke Rp37.609 per kg dari Rp39.105 per kg, namun telur ayam ras sedikit naik ke Rp29.093 per kg dari Rp29.062 per kg.
Komoditas lain seperti jagung untuk peternak turun drastis ke Rp5.849 per kg dari Rp6.249 per kg, serta kedelai biji kering impor turun ke Rp10.682 per kg dari Rp10.803 per kg.
Harga bawang putih justru naik ke Rp42.649 per kg dari Rp42.353 per kg.
Harga cabai meradang di pasar dengan kenaikan di semua jenisnya: cabai merah keriting naik ke Rp48.312 per kg, cabai merah besar Rp45.307 per kg, dan cabai rawit merah melonjak signifikan menjadi Rp53.672 per kg, naik tajam dari Rp49.716 per kg sebelumnya.
Di sisi daging, harga daging sapi murni turun ke Rp133.625 per kg dari Rp135.591 per kg, sementara daging ayam ras naik menjadi Rp35.620 per kg dari Rp35.171 per kg.
Harga gula konsumsi relatif stabil, naik tipis ke Rp18.538 per kg.
Minyak goreng kemasan dan curah mengalami penurunan harga masing-masing di Rp20.589 per liter dan Rp17.544 per liter, menandakan upaya stabilisasi harga minyak goreng yang sempat melonjak beberapa waktu lalu.
Tepung terigu baik curah maupun kemasan juga mencatat penurunan harga, dengan tepung curah di Rp9.689 per kg dan tepung kemasan di Rp12.675 per kg.
Sektor perikanan juga ikut bergerak naik dengan harga ikan kembung naik ke Rp43.006 per kg, ikan tongkol Rp36.438 per kg, dan ikan bandeng Rp36.764 per kg.
Sementara itu, garam konsumsi dan daging kerbau beku impor serta lokal justru mencatat penurunan harga.
Garam turun ke Rp11.142 per kg, daging kerbau beku impor ke Rp100.298 per kg, dan daging kerbau segar lokal ke Rp126.000 per kg.