Sunday, 08 November 2026


Harga Cabai di Pasar bikin Pedas Konsumen

20 Feb 2026, 14:32 WIBEditor : Yulianto

Dirut Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memantau harga pangan di Pasar Minggu

TABLOIDSIINARTANI.COM, Jakarta---Cuaca ekstrem yang terjadi pada awal tahun mengungkit harga cabai rawit dan cabai merah keriting di pasar. Seperti saat Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memantau kondisi harga pangan di Pasar Minggu dan Pasar Jatinegara, Jumat (20/2).

Di Pasar Minggu, kalangan pedagang mengungkapkan, harga cabai rawit yang semula hanya Rp 100 ribu/kg naik menjadi Rp 130 ribu/kg. Begitu juga di Pasar Jatinegara, menurut Hj. Edah, pedagang cabai, harga cabai rawit yang sebelumnya Rp 85-90 ribu/kg naik menjadi Rp 120 ribu/kg. Sedangkan cabai merah keriting naik dari Rp 40 ribu/kg menjadi Rp 50 ribu/kg.

Pada kesempatan itu, Ahmad Rizal mengakui, saat ini telah terjadi koreksi beberapa harga pangan di pasar. Diantaranya, harga cabai merah keriting yang semula Rp 50 ribu/kg naik menjadi Rp 60 ribu/kg. Begitu juga harga cabai rawit yang naik dari Rp 90-100 ribu/kg menjadi Rp 120-130 ribu/kg.

”Menurut pedagang, kenaikan harga cabai ini karena dalam seminggu ini hujan terus menerus, sehingga para distributor sulit menyiapkan cabai,” katanya. Namun demikian Rizal berjanji akan berkoordinasi dengan pengusaha cabai agar harganya kembali normal menjelang Lebaran nanti.

Sementara itu, Kementerian Pertanian didukung Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) melaksanakan Gelar Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta. Dalam aksi ini, cabai rawit di PIKJ dijual dengan harga Rp 55.000/kg sebagai upaya meredam harga yang sempat melonjak hingga Rp 120.000/kg.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi menyampaikan pada Kamis (19/2) pasokan cabai didatangkan dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat.

"Pasokan hari ini sekitar 980 kilogram berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Besok insyaallah akan datang lagi dari Jawa Barat, yakni Bandung, Sumedang, dan Cianjur," kata Agung.

Agung mengungkapkan, kebijakan ini dirancang dengan mempertimbangkan seluruh pihak, sehingga harga untuk konsumen dapat stabil dan petani tetap memperoleh margin yang wajar.

"Untuk aksi ini, harga cabai rawit merah di tingkat petani Rp50.000/kg dan harga di PIKJ Rp55.000/kg. Kami harapkan di tingkat konsumen dan pengecer maksimal di harga Rp65.000/kg," jelasnya.

Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule menyampaikan, secara umum stok cabai rawit merah di tingkat nasional dalam kondisi aman, bahkan surplus. Penambahan pasokan di PiKJ ini dilakukan agar harga kembali wajar tanpa merugikan petani.

"Aksi Guyur Pasokan ini akan berlangsung hingga 14 hari ke depan atau hingga harga stabil. Kementan bersama semua pihak akan mengawal penuh dan memastikan suplai dari sentra produksi ke PIKJ," ungkapnya.

Aksi Guyur Pasokan Cabai ini dilakukan Kementan dengan berkolaborasi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim selaku Satgas Pangan, Paguyuban Pedagang PIKJ, serta dinas daerah untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bapanas, Maino menyampaikan komitmen Bapanas untuk aksi bersama ini. “Kami memfasilitasi distribusi agar pasokan lekas stabil dan harga kembali normal. PIKJ sebagai barometer harga cabai nasional menjadi target utama untuk aksi saat ini,” terangnya.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018