Jumat, 14 Juni 2024


Kepala BPPSDMP Dorong Pendidikan Vokasi Cetak Petani Milenial Tangguh

21 Jan 2022, 17:04 WIBEditor : Herman

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi berikan arahan Koordinasi Teknis Pendidikan Vokasi Pertanian Tahun 2022

TABLOIDSINARTANI.COM Bogor --- Peran petani milenial dalam pembangunan pertanian tanah air di era teknologi seperti saat ini sangat penting. Karena itu, pendidikan vokasi sebagai sarana mencetak petani milenial tangguh yang siap ditempatkan di semua lini pembangunan pertanian harus dioptimalkan.  

Saat ini petani tanah air (65%) didominasi oleh para petani berusia diatas 45 tahun dengan tingkat pendidikan SD atau tidak tamat SD. Hal itulah yang menjadi keprihatinan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Dedi Nursyamsi M.Agr.  

Dalam arahan pada kegiatan Koordinasi Teknis Pendidikan Vokasi Pertanian Tahun 2022 sekaligus launching buku Transformasi Sistem Penyuluh Pertanian Era TIK Untuk Penguasaan dan Pemantapan IPTEK, Kamis (20/1), Kepala Badan PPSDMP menekankan pentingnya regenerasi petani kepada petani milenial.

“Mana mungkin petani dengan kondisi seperti saat ini yang didominasi petani tua yang sebagian besar tidak sekolah mampu menyiapkan pangan lebih dari 200 juta masyarakat Indonesia dan meningkatkan kesejahteran petani. Karena itu, regenerasi kepada petani milenial mutlak harus dilakukan,” jelas Dedi

Sebagai salah satu sarana dan alat untuk melahirkan petani milenial yang  professional, mandiri, berdaya saing dan berjiwa entrepreneurship, peran  pendidikan Vokasi harus dioptimalkan.

Dijelaskan Dedi, dengan masa pendidikan yang relative panjangan 3 tahun dan 4 tahun, Pendidikan Vokasi merupakan sarana pendidikan utama dalam mencetak petani milenial. Karena itu bukan tidak mungkin, regenerasi petani dalam pembangunan pertanian tanah air bisa berjalan dengan melalui pendidikan vokasi.

“Tugas utama pendidikan vokasi ialah untuk menghasilkan alumni yang qualified job seeker dan qualified job creator artinya alumni yang betul-betul siap untuk ditempatkan di seluruh lini pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir” ungkap Dedi.  

 

Untuk mewujudkan hal tersebut dijelaskan Dedi diperlukan berbagai hal mulai dari perencanan kurikulum serta  sarana prasaran dengan dunia usaha dan dunia industri. Dengan adanya berbagai sarana tersebut diharapkan  para alumni pendidikan vokasi tidak hanya sekedar menguasai bagaimana cara budidaya dan cara pengelolaan paspa panen, tetapi juga harus mampu mengetahui bagaimana mengakses modal dan mengakses pasar.  Sehingga terciptanya 2,5 juta petani milenial yang mejadi target Kementerian Pertanian bisa terwujud.

Reporter : Rafi
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018