Thursday, 22 October 2026


Bangun Kelembagaan Petani

13 Aug 2022, 12:06 WIBEditor : Yulianto

BPP Kecamatan Kroya, Indramayu

Perbaikan kapasitas petani juga dirasakan Nurdin, Ketua Kelomopok Tani (Poktan) Mandiri, Kecematan Gabus, Kabupaten Indramayu. “IPDMPI membantu meningkatkan pengetahuan petani, misalnya dalam penggunaan pupuk berimbang. Selama ini ternyata banyak petani belum tahu. Begitu juga mengenai hama dan penyakit, petani kini tidak lagi tergantung pestisida kimia,” tuturnya.

Dengan letak sawah petani yang berada di aliran irigasi bagian akhir, Nurdin mengaku, petani selama ini kesulitan dalam pengairan. Namun dengan program IPDMIP, persoalan pengairan bisa dikurangi. Petani kini mengatasi keterbatasan air dengan irigasi perpompaan.

“Kalau dulu, petani hanya panen satu jali, sekarang bisa panen dua kali, IP bisa naik dari satu menjadi dua, bahkan ada yang sampai tiga kali. Ada juga petani yang kini menanam hotikultura,” katanya.

Pelajaran lain yang Nurdin dapatkan dari program IPDMIP adalah petani kini paham dalam mengaplikasikan pestisida. Awalnya, etani tidak pernah memperhitungkan pemberian pestisida. Namun dengan adanya SL, petani mulai mengerti dan tidak boros dalam penyemprotan pestisida. “Petani diajarkan memantau perkembangan hama dan penyakit di lapangan,” ujarnya.

Petani lanjut Nurdin juga kini mengetahui bagaimana mempersiapkan benih untuk pertanaman. Sebelumnya, petani tidak pernah menyeleksi benih yang dibeli, tapi dengan SL petani bisa memilih benih unggul dan tahan penyakit.

Poktan Mandiri juga sudah bisa membentuk koperasi. Dengan modal yang dimiliki anggota, koperasi bisa membuat kios sarana produksi dan menangani penyewaan alat mesin pertanian (alsintan), serta kegiatan simpan pinjam. “Interaksi petani yang satu dengan yang lain juga makin kuat. Petani yang kesulitan modal, kami bantu dengan sistem bayar setelah panen. Hasilnya pun petani nikmati bareng-bareng,” tambah Nurdin.

Pembinaan dalam kegiatan IPDMIP juga mampu meningkatkan kapasitas kelompok tani. Misalnya, Poktan yang sebelumnya mendapatkan bantuan satu unit alsintan trakor roda dua, kini telah berkembang memiliki lima unit traktor roda dua. “Kita ada subsidi untuk anggota koperasi yang mau meminjam atau menyewa alsintan, karena alsintan milik kelompok,” ungkapnya.

Sementara itu Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Kroya, Warman mengatakan, tujuan proyek IPDMIP memang untuk menyejahterakan petani. Beberapa kegiatan IPDMIP yakni sekolah lapangan. Petani mendapatkan bimbingan perbaikan struktur tanah, bagaimana komponen pembuatan pupuk organik, cara perbaikan tanah, dan seleksi benih padi.

“Kami mengajarkan petani perbaikan tanah dengan teknologi pupuk organik atau pupuk kandang di lahan petani. Perbaikan tanah di Kecamatan Kroya menjadi sangat penting, karena lahan sawah sudah asam, karena penggunaan pupuk kimia berlebihan,” tuturnya.

Kegiatan lainnya ungkap Warman, petani diajarkan rantai nilai sistem usaha tani. Dari bimbingan tersebut, harapanya petani bisa paham apakah hasil panenya dijual ke tengkulak atau ke pasar, apa di pakai sendiri. “Solusi dari program IPDMIP, petani bisa mengolah sendiri dan dijual dalam bentuk beras, tidak gabah lagi,” katanya. 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018