Sunday, 14 June 2026


Sekolah Lapang Menghidupkan Kembali Semangat Kewirausahaan KWT Madusari

11 Sep 2023, 12:23 WIBEditor : Gesha

Sekolah Lapang di KWT Madusari

TABLOIDSINARTANI.COM, Lamongan -- Kehadiran Sekolah Lapang menjadi pencerahan baru yang menghidupkan kembali semangat kewirausahaan KWT Madusari di Lamongan. Dengan metode inovatif dan pendekatan yang mendalam, Sekolah Lapang muncul sebagai pilar utama dalam mengembangkan potensi bisnis dan semangat wirausaha di tengah-tengah komunitas ini.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, selalu menggelorakan semangat bahwa pertanian yang makmur dimulai dari desa-desa. Baginya, setiap sukses di perdesaan adalah kerja keras semua pihak dalam komunitas pertanian. "Memperkuat usaha petani dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di desa adalah kunci keberhasilan," sebutnya.

Langkah besar telah diambil dalam upaya meningkatkan kapasitas petani, berkat kerja sama antara Kementan dan IFAD melalui Proyek Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi secara Terpadu dan Partisipatif (IPDMIP) tahun 2017 - 2022. Meskipun proyek ini telah selesai, manfaatnya terus dirasakan oleh penyuluh dan petani, tidak hanya di desa tempat proyek berlangsung, tetapi juga meluas ke desa lain yang memanfaatkan sumber pembiayaan mandiri.

Di Desa Maduran, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, PPL dan staf lapangan IPDMIP telah memberikan pendampingan yang sangat berharga. Salah satu inisiatif paling berdampak adalah Sekolah Lapang (SL) yang diselenggarakan pada tahun 2021-2022. Bagi penyuluh pertanian, SL adalah wahana penyuluhan yang sangat efektif dan proses pembelajaran berbasis nonformal yang memperkaya pengetahuan dan keterampilan, sekaligus menggali potensi petani.

Antusiasme petani dalam menerima materi SL sangat menggembirakan. Materi SL dipilih oleh petani melalui dialog, di mana PPL memberikan pilihan berdasarkan pelatihan penyegaran sebelumnya dari IPDMIP. Materi yang dipelajari mencakup Peningkatan Gizi dan Pendapatan Keluarga Petani, Pembuatan Pupuk Cair, dan Pupuk NPK Organik.

Tidak kalah bersemangatnya, peserta wanita tani di desa ini yang sebelumnya membentuk kelompok tetapi kegiatannya terhenti, kembali bangkit berkat pengetahuan yang diperoleh dari SL IPDMIP. Salah satunya adalah Kelompok Wanita Tani "Madu Sari" di Desa Maduran.

KWT Madu Sari telah memberikan gebrakan dengan mengembangkan inovasi dalam pengolahan hasil pertanian mereka, seperti produksi pestisida nabati dan pupuk organik. Inovasi ini telah membantu para wanita tani meningkatkan penghasilan mereka. "Kegiatan KWT Madu Sari sangat relevan dan berdampak positif bagi masyarakat," kata Siti Zubaidah, SP, Penyuluh Pertanian Lapangan di Desa Maduran.

Beberapa produk unggulan KWT ini meliputi berbagai makanan jajanan berbahan dasar sayur-sayuran, produk pangan lokal, pupuk organik NPK, dan Photo Synthetic Bacteria (PSB). Meskipun pemasarannya masih dalam lingkup lokal, kegiatan ini sangat membantu para ibu dalam mencari penghasilan tambahan dan mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah mereka.

Bagi Zubaidah, pencapaian ini tidak hanya memuaskan tetapi juga membawa keberkahan dan berkah bagi petani serta memberikan dorongan ekonomi yang signifikan di pedesaan. Hasil kerja keras Zubaidah di Sekolah Lapang telah membuahkan hasil yang memuaskan, bahkan mendapat pengakuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan.

Pada tahun 2022, melalui program IPDMIP, Zubaidah meraih predikat Juara I Penyuluh Berprestasi. Dalam ungkapannya, ia berterima kasih kepada IPDMIP dengan ucapan, "Terima kasih IPDMIP, kesuksesanmu adalah senyumku," sebutnya.

Gaung kegiatan Sekolah Lapang di Desa Maduran ternyata sampai ke desa lain, terutama Desa Pangean yang masih merupakan wilayah binaan Zubaidah. Melihat manfaat besar yang diperoleh petani di Desa Maduran dari Sekolah Lapang, petani di Desa Pangean juga menginginkan fasilitasi yang serupa.

Keinginan ini mendapat respons positif dari pemerintah Desa Pangean, sehingga pada tahun 2023, Zubaidah dapat memfasilitasi kegiatan Sekolah Lapang dengan dana dari Dana Desa. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa semangat dan komitmen untuk meningkatkan pertanian di wilayahnya terus berlanjut.

Reporter : PF/Zb
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018