
Direktur Polbangtan Kementan Yoyon Haryanto menegaskan zero toleransi judi online. ASN diingatkan, jangan sampai karier dan keluarga jadi taruhan.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Direktur Polbangtan Kementan Yoyon Haryanto menegaskan zero toleransi judi online. ASN diingatkan, jangan sampai karier dan keluarga jadi taruhan.
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Yoyon Haryanto, menegaskan sikap zero toleransi terhadap judi online (judol) di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).
Ia mengingatkan, keterlibatan dalam judi online bukan hanya berisiko menguras keuangan, tetapi juga dapat mengancam karier, keluarga, hingga masa depan ASN.
Penegasan itu disampaikan Yoyon dalam sosialisasi pencegahan dan pemberantasan judi online kepada seluruh pegawai Polbangtan Bogor, Rabu (2/9).
Mengusung tema “Zero Toleransi untuk Judol: ASN Berintegritas, Indonesia Bebas Judol”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas dan kesadaran pegawai agar tidak terjerumus dalam aktivitas perjudian online.
Menurut Yoyon, judi online tidak bisa dipandang sebagai persoalan pribadi. Ketika ASN terlibat judol, dampaknya dapat meluas ke keluarga, lingkungan kerja, hingga citra dan kepercayaan publik terhadap institusi.
“Judi online bukan solusi untuk persoalan ekonomi. Justru dapat menjadi awal dari berbagai persoalan baru, mulai dari masalah keuangan, keluarga, kesehatan mental, hingga persoalan hukum,” tegas Yoyon.
Ia menekankan pentingnya komitmen bersama untuk mencegah praktik judi online di lingkungan kerja.
“Karena itu, kita harus memiliki komitmen bersama untuk mengatakan zero toleransi terhadap judi online,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, pegawai Polbangtan Bogor juga mendapat pemahaman mengenai berbagai dampak judi online.
Dari sisi mental, aktivitas perjudian dapat memicu kecanduan, stres, kecemasan, depresi, hingga hilangnya rasa percaya diri.
Dampaknya juga dapat merembet ke kehidupan keluarga. Persoalan akibat judi online berpotensi memicu pertengkaran, ketidakharmonisan, bahkan keretakan rumah tangga.
Sementara dari sisi ekonomi, judi online dapat membuat seseorang kehilangan uang secara terus-menerus, terlilit utang, bahkan menjual aset atau barang berharga untuk memenuhi kebutuhan berjudi.
“Jangan melihat judi online hanya dari nominal yang dipertaruhkan. Persoalannya adalah ketika seseorang mulai kehilangan kendali, menggunakan uang untuk berjudi, kemudian berhutang dan mengorbankan kebutuhan keluarga. Di titik itu, dampaknya sudah sangat luas,” jelas Yoyon.
Sosialisasi juga menyoroti konsekuensi keterlibatan ASN dalam aktivitas judi online.
Pegawai diingatkan mengenai ketentuan PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS serta kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi ASN.
Pelanggaran disiplin dapat berujung pada sanksi sesuai tingkat pelanggarannya, mulai dari ringan, sedang, berat hingga sangat berat.
Sanksi tersebut dapat berupa teguran untuk pelanggaran tertentu, penundaan kenaikan gaji berkala atau kenaikan pangkat, hingga penurunan pangkat, pembebasan dari jabatan, maupun pemberhentian sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain aturan disiplin kepegawaian, aktivitas judi online juga dapat bersinggungan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang teknologi informasi dan transaksi elektronik.
Karena itu, Yoyon meminta ASN tidak menganggap judi online sebagai hiburan biasa.
“Kita harus memahami bahwa status kita sebagai ASN membawa konsekuensi tanggung jawab dan keteladanan. Jangan sampai karena judi online, karier, keluarga dan masa depan yang sudah dibangun justru menjadi taruhan,” katanya.
Polbangtan Bogor tidak hanya menekankan larangan dan sanksi. Pencegahan juga dilakukan melalui pembinaan, edukasi, dan monitoring secara berkelanjutan.
Setiap unit kerja diarahkan melakukan pembinaan mengenai bahaya judi online serta melaksanakan pemantauan secara berkala. Hasil pemantauan selanjutnya dilaporkan secara berjenjang sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Yoyon menilai membangun lingkungan kerja bebas judi online tidak cukup hanya dengan membuat larangan. Dibutuhkan kepedulian bersama agar setiap pegawai mampu menjaga diri sekaligus saling mengingatkan.
“Kita mulai dari diri sendiri, kemudian menjaga keluarga dan saling mengingatkan di lingkungan kerja. Kalau ada rekan yang menghadapi persoalan, jangan dibiarkan,” ujarnya.
Ia juga mengajak pegawai mengisi waktu dengan kegiatan positif dan produktif. Minat, bakat, kreativitas, serta potensi pegawai diharapkan dapat diarahkan pada aktivitas yang memberikan manfaat.
Sosialisasi tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh pegawai Polbangtan Bogor untuk menjaga lingkungan kerja tetap bersih dari judi online.
Pegawai diminta menjaga integritas, menghindari akses maupun aplikasi judi online, menggunakan waktu untuk kegiatan produktif, serta melaporkan apabila menemukan indikasi aktivitas judi online.
“Integritas adalah kekuatan kita. Mari kita jaga diri, jaga keluarga, dan jaga institusi. Jangan sampai kita menjadi korban berikutnya. Bangun diri hari ini, selamatkan masa depan,” pungkas Yoyon.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat membangun ASN yang BerAKHLAK, berintegritas, profesional, dan bertanggung jawab, sekaligus menciptakan lingkungan kerja Polbangtan Bogor yang sehat, produktif, dan bebas dari praktik judi online.


