Wednesday, 23 September 2020


Bantuan Senilai Rp 15 M Digelontorkan pada Temu Teknis Penyuluh dan Petani

27 Feb 2019, 15:01 WIBEditor : Yulianto

Sekjen Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro saat berdialog dengan petani dan penyuluh | Sumber Foto:Yulianto

Pemberian bantuan ini merupakan bentuk apresiasi dari Kementan kepada para petani atas prestasinya dalam mempertahankan swasembada pangan dan yang berkelanjutan. Penyuluh dan petani harus tetap bekerja keras dalam mewujudkan lumbung pangan dunia 2045

TABLOIDSINARTANI.COM, Purwakarta---Bantuan senilai Rp 15 miliar digelontorkan pada Temu Teknis Penyuluh Pertanian dan Petani Andalan yang berlangsung di Tajug Gede Cilodong, Desa Cibungur, Bungursari, Purwakarta, Rabu (27/2). Bantuan  tersebut berupa bibit, ternak dan alat mesin pertanian.

Pertemuan yang bertema “Temu Teknis Penyuluh dan Petani untuk Mewujudkan Petani Hebat, Maju dan Makmur” dihadiri Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro yang mewakili Menteri Pertanian, Dirjen Hortikulttura Kementan, Suwandi, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono.

Pertemuan itu juga dihadiri, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Hendi Jatnika, Sekretaris Daerah Purwakarta, Ius Permana dan Kepala Dinas Pertanian Purwakarta, Agus R Suherlan. Setidaknya ada 10.000 petani, penyuluh, Santri Tani, siswa SMK Pertanian dan mahasiswa perguruan tinggi pertanian yang berasal dari 5 Kabupaten di Jawa Barat, yaitu Purwakarta, Subang, Cianjur, Karawang, dan Indramayu.

Baca juga:

Bangun Korporasi Petani, Kuncinya Ubah Dulu Pola Pikir Petani

Ingin Kelola Kebun Lada dengan Baik? Belajarlah dari H. Sukri

Bantuan senilai Rp 15 miliar tersebut  berupa benih padi sawah 3 ribu ha, benih manggis 3.700 pohon, benih pala 1.500 pohon, benih sayuran untuk 50 ha, 5 ribu ekor ayam untuk KUP Ponpes, 200 ekor ayam untuk rumah tangga miskin (RTM), 500 ekor domba, dan berbagai jenis alat mesin pertanian  Dalam rangkaian itu juga dicanaangkan gerakan tanam padi gogo 98 Varietas, Launching Ekspor Buah Manggis ke Tiongkok sebanyak 3.010 ton.

Syukur menuturkan, pemberian bantuan ini merupakan bentuk apresiasi dari Kementan kepada para petani atas prestasinya dalam mempertahankan swasembada pangan dan yang berkelanjutan. Penyuluh dan petani harus tetap bekerja keras dalam mewujudkan lumbung pangan dunia 2045. “Penyuluh dan petani harus memiliki daya saing, inovatif dan memberi manfaat lebih luas bagi pembangunan pertanian Indonesia”, ujarnya.

Karenanya, Syukur berharap Temu Teknis Penyuluh Pertanian dan Petani Andalan itu menginspirasi petani dan santri tani milenial untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia pertanian. Yakni lebih giat lagi melakukan pendampingan, penerapan teknologi dan mewujudkan swasembasa pangan berkelanjutan. "Potensi petani milenial dalam peningkatan ekspor pertanian semakin signifikan dan juga peningkatan kesejahteraan petani," tegasnya.

Terkait gerakan tanam padi gogo, Syukur menjelaskan dengan alat mesin pertanian modern, Kementan tidak hanya mengoptimalkan pengembangan lahan pertanian produktif, tetapi juga lahan kering yang totalnya mencapai 1 juta ha di seluruh Indonesia melalui penanaman pagi gogo.

"Selain pengembangan lahan kering seperti ini, kami juga kembangkan integrasi padi dengan tanaman perkebunan. Produktivitas padi gogo antara 4 sampai 5 ton per hektar. Umurnya 4 bulan. Di Purwakarta sendiri ada 30 ribu hektar potensi lahan kering yang ditanami padi gogo," jelasnya.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Momon Rusmono menambahkan kegiatan ini akan menjadi tonggak sejarah dalam pengembangan SDM pertanian. "Dengan adanya inovasi alat mesin pertanian dan pengembangan varietas diharapkan dapat meningkatkan produksi dan provitas hasil-hasil pertanian," ucap Momon.

 

 

Reporter : Julian/Indarto
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018