
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen
TABLOIDSINARTANI.COM, Demak – Ratusan hektare lahan persawahan di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, kembali bisa ditanami setelah bertahun-tahun terendam banjir. Keberhasilan itu tidak lepas dari kerja sama lintas instansi dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program normalisasi irigasi sungai.
Normalisasi aliran Sungai Pelayaran yang dimulai sejak awal Juli 2025 telah menghidupkan kembali lebih dari 450 hektare sawah dari total 512 hektare yang sempat menjadi lahan tidur. Sawah di empat desa Dukun, Klitih, Pidodo, dan Kedunguter yang sebelumnya hanya dipenuhi air, kini sudah mulai ditanami padi.
Rifan, seorang petani asal Desa Dukun, tak kuasa menahan haru ketika menyampaikan langsung rasa syukur di hadapan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat acara Wiwitan Tandur Pari di Desa Dukun beberapa waktu lalu.
“Terima kasih sudah dibantu normalisasi sungai. Tapi kalau bisa, normalisasi ini diteruskan sampai desa sebelah. Mumpung masih musim kemarau, supaya nanti kalau hujan deras, sawah kami tidak kembali terendam,” ucapnya terbata-bata.
Senada dengan Rifan, petani lain Sayugo berharap panen padi tahun ini bisa kembali melimpah. “Sudah beberapa musim kami gagal tanam karena banjir. Semoga hasil tanam kali ini bagus,” katanya penuh harap.
Selain meminta normalisasi diperluas, warga juga mengusulkan perbaikan pintu air dan betonisasi jalan sepanjang 700 meter yang vital untuk aktivitas pertanian.
Upaya normalisasi sungai di Demak ini merupakan hasil sinergi banyak pihak. Selain Pemprov Jateng, program ini melibatkan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun), Dinas PUBMCK, Bank Indonesia Jateng, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, PT Pertamina Patra Niaga, PT Corin Mulia, PT NBI, PT Djarum, hingga Damkar dan unsur swasta lainnya.
Taj Yasin menuturkan, ketika ia pertama kali meninjau lokasi pada 3 Juli 2025, seluruh lahan seluas 512 hektare di Karangtengah masih terendam banjir.
“Alhamdulillah, sekarang air sudah surut dan sawah bisa kembali ditanami. Ini bukti bahwa kerja bersama pemerintah, swasta, dan masyarakat membuahkan hasil nyata,” ujarnya.
Menurutnya, pemulihan lahan di Karangtengah hanyalah langkah awal. Produksi padi di Kabupaten Demak perlu terus ditingkatkan agar daerah ini kembali menjadi salah satu penopang utama pangan Jawa Tengah.
“Demak dulu penyumbang padi nomor tiga di Jateng, tapi sekarang turun ke peringkat lima. Kita harus dorong lagi agar produksinya meningkat, tidak hanya di Karangtengah, tetapi juga di kecamatan lain seperti Mijen yang punya potensi 7.000 hektare lahan,” tegasnya.
Kepala Distanbun Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan bahwa banjir besar di awal 2025 menenggelamkan sawah seluas 512 hektare di Karangtengah. Kerugian ditaksir mencapai Rp18,6 miliar per musim tanam, dengan kehilangan potensi produksi padi hingga 2.867 ton gabah kering.
“Kalau kondisi air dan saluran irigasi bisa terjaga baik, Karangtengah berpeluang melakukan tiga kali musim tanam dalam setahun. Dengan begitu, pendapatan masyarakat bisa kembali naik hingga Rp55,8 miliar,” ungkapnya.
Saat ini, sebanyak 231,9 hektare sawah sudah kembali ditanami – terdiri dari Desa Dukun (148 ha), Klitih (41 ha), Pidodo (12 ha), dan Kedunguter (30,9 ha). Sementara itu, sekitar 223 hektare lainnya sedang dalam tahap persemaian untuk persiapan musim tanam berikutnya.
Pemulihan sawah di Demak juga berkontribusi pada stabilitas harga beras di Jawa Tengah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Rahmat Dwisaputra, mengingatkan bahwa beras merupakan salah satu komoditas utama penyumbang inflasi.
“BPS mencatat inflasi Jateng pada Juli 2025 sebesar 2,52% (yoy), lebih tinggi dari angka nasional 2,37%. Kenaikan harga pangan, khususnya gabah dan beras, banyak dipengaruhi oleh terganggunya pasokan akibat banjir,” jelasnya.
Karena itu, ia menilai kerja sama lintas instansi dalam normalisasi irigasi sangat strategis. “Upaya ini bukan hanya menjaga lahan pertanian di Demak, tetapi juga memastikan ketersediaan beras tetap stabil, sehingga harga pangan tidak melonjak,” tambahnya.