Thursday, 02 July 2020


Jamur Tiram dan Olahan, Peluang Usaha bagi Milenial Pandeglang

08 Jun 2020, 16:01 WIBEditor : Yulianto

Jamur jadi peluang bisnis baru generasi milenail | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Pandeglang----Jamur tiram putih banyak digemari kalangan masyarakat, apalagi ditunjang permintaan pasar yang sangat tinggi. Salah satu yang melirik peluang tersebut adalah milenial yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Mekar Sari Desa Ciburial, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang.

Apalagi potensi limbah kayu berupa serbuk gergaji belum dimanfaatkan dengan baik, membuat peluang pengembangan jamur tiram makin terbuka lebar. Bahkan kini produk olahan jamur tiram putih dari Poktan Mekar Sari sudah dikomersilkan di wilayah Pandeglang Selatan seperti sate jamur dan jamur krispy.

Menurut Apipi, salah satu pembudidaya jamur tiram, rumah jamur yang dikelolanya memproduksi baglog sebanyak 12.000 dengan ukuran 1,6 kg/baglog. Bahkan dapat dipanen setiap hari dengan rata-rata 20 kg dan panen paling banyak sekitar 47 kg.

Panennya dimulai sejak Maret 2020. Baglog dengan ukuran besar ini diharapkan masih bisa di panen sampai Juni 2020. “Panen jamur tiram ini dilakukan setiap sore hari untuk menghindari kelembaban tinggi akibat embun pagi, kemudian setelah disortasi, di simpan di atas hamparan koran dan dipasarkan di pasar subuh,” tuturnya.

Apip mengatakan, harga eceran jamur tiram Rp 15.000  dan untuk reseller Rp 12.000. Target pemasarannya, selain ibu rumah tangga, pedagang sate jamur, pedagang jamur krispy juga pedagang sayuran keliling. “Kalau saya membawa jamur tiram 47 kg juga langsung laris. Alhamdulillah meskipun di tengah pandemi Covid-19 harga jual jamur tiram tetap stabil,”ceritanya.

Asep Fauzi, investor jamur bagi Poktan Mekar Sari mengatakan, budidaya jamur tiram ini, membawa berkah di tengah pandemic Covid-19 ini, bukan hanya menguntungkan bagi investor dan pelaku utama, tapi memberikan peluang kerja bagi pemuda tani serta  masyarakat sekitar yang ikut menjadi reseller jamur tiram. Misalnya dengan mempromosikan melalui media sosial dengan sistem COD (Cash Delivery Order).

Sementara itu Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Wahyu Widayanti mengharapkan budidaya jamur tiram di wilayah Pandeglang Selatan bisa berkembang lebih baik lagi. Untuk itu, pelaku utama jamur tiram ini dapat mengikuti pelatihan tentang budidaya jamur supaya lebih baik lagi, juga pemasaran jamur tiram ini bisa masuk sampai ke pasar Pandeglang.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Cimanggu, Hasni mengatakan, sangat mendukung kegiatan budidaya jamur tiram ini dan siap memfasilitasi petani. Misalnya dengan  memberikan solusi tentang permasalahan yang dihadapi petani seperti pengadaan bibit jamur atau informasi teknologi terkait budi daya jamur.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan berpesan, adanya musibah wabah Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor.

Pertanian tidak berhenti dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional serta meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia agar lebih baik. “Sektor pertanian memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional,” kata Mentan SYL.

Demikian juga Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian yaitu Prof. Dedy Nursyamsi mengatakan, masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. “Sudah waktunya petani tidak hanya mengerjakan aktivitas on farm, tapi mampu menuju ke off farm, terutama pasca panen dan olahannya,” pungkas Dedi.

 

Reporter : Anah Mulyanah/ Yeniarta (BBPP KETINDAN)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018