Monday, 06 December 2021


Pawon Putri, Cara Tuti Purwanti Angkat Pamor Singkong

12 Nov 2021, 20:47 WIBEditor : Gesha

Tuti Purwanti dengan produk Pawon Putri | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Merek dagang atau brand merupakan salah satu elemen penting yang dinilai dapat menghantarkan para pelaku UMKM pangan lokal meraih sukses. Dengan pertimbangan itulah, sejak awal Tuti Purwanti menetapkan dan aktif mempromosikam brand Pawon Putri untuk setiap produk olahan singkong yang dihasilkannya.

“Kalau bicara soal olahan singkong saya inginnya orang langsung ingat brand Pawon Putri. Karena itu hingga kini saya terus aktif mempromosikan aneka olahan singkong Pawon Putri bahkan dengan cara door to door,” tutur Tuti Purwanti, di acara Webinar bertema “UMKM Pangan Lokal Naik Kelas” yang diselenggarakan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan bekerja sama dengan Tabloid Sinar Tani, Kamis (11/11).

Berawal dari kerapnya mengikuti lomba kreasi olahan pangan lokal, di dalam hati Tuti Purwanti yang warga Depok Jawa Barat ini pada akhirnya muncul tekad untuk bisa mengangkat pamor pangan lokal khususnya komoditas singkong . Tekadnya itu diwujudkan dengan membuka usaha memproduksi makanan olahan berbahan baku utama singkong.

Berkat ketekunan dan kerja kerasnya selama ini maka produk-produk kekinian seperti singkong keju, stik singkong keju , pastel singkong bahkan singkong frozen produksinya kian dikenal masyarakat yang diikuti peningkatan permintaan pasar.

Ditambah aneka minuman herbal , total saat ini ada 12 jenis produk yang telah dihasilkannya . “Konsumen kian mengenal brand makanan dan minuman sehat Pawon Putri karena saya juga giat mempromosikannya lewat berbagai media sosial,” jelas ibu tiga anak itu.

Khusus mengenai makanan pengganti nasi dari bahan dasar singkong Tuti menjamin kualitasnya tak perlu diragukan mengingat bahan baku berupa singkong benar-benar pilihan yang diambil langsung dari petani di wilayah kota Depok.

Bantu Petani 

Ia menyatakan bahagia dengan menjadi pengusaha pangan olahan berarti secara langsung bisa membantu petani singkong keluar dari permasalahan mendapatkan harga jual singkong yang murah. “Kalau produksi sedang banyak ,singkong petani hanya laku Rp 1.000 per kg tetapi sekarang ini kami membeli singkong petani Rp 4.000 per kg. Jadi petani juga senang bermitra dengan kami,” tuturnya.

Disamping adanya dukungan bahan baku singkong yang memadai dari segi kuantitas dan kualitas langsung dari petani yang tergabung dalam Kelompok tani Tunas Inti Jaya, usahanya kini bisa berkembang juga karena adanya dukungan dari Kementerian Pertanian melalui BKP yang memberikan kesempatan mengikuti pameran pangan olahan bahkan juga membantu dalam penyediaan peralatan pengolahan yang lebih memadai.

Adanya dukungan alat pengolahan dari pemerintah pusat dirasakannya sangat membantu pihaknya untuk dapat lebih meningkatkan kapasitas produksi seiring dengan kian meningkatnya permintaan konsumen di masa pandemi saat ini.

Kata kunci yang menurut Tuti harus dipegang oleh pelaku UMKM pangan lokal untuk dapat terus mengembangkan usahanya adalah jangan pernah bosan mempromosikan brand produk sendiri melalui banyak saluran karena dengan cara demikian makin banyak orang yang mengenal dan akhirnya menjadi pelanggan tetap.

“Di saat pandemi Covid-19 saat ini permintaan akan makanan dan minuman tradisional nyatanya tak pernah berhenti bahkan meningkat. Yang penting kita terus rajin berpromosi dan menyediakan produk berkualitas,” tandasnya. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018