Sunday, 26 June 2022


Jamu Yun Jodoh, Resep Tradional Untuk Para Istri

28 Apr 2022, 12:33 WIBEditor : Herman

Jamu Yun Jodoh | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Batu Malang --- Tidak bisa dipungkiri, jamu merupakan warisan budaya leluhur yang memiliki banyak khasiat sehingga perlu dijaga kelestarianya. Berbagai terobosan terus dilakukan para produsen jamu, tidak terkecuali Yuni Ermawati. Memfokuskan pada jamu khusus wanita, selain menjaga resep warisan leluhur ia juga membangun ekonomi warga dengan jamu buatanya.  

Kebahagian seorang istri ialah bila mereka bisa membahagian suami, bukan hanya soal penampilan dan kasih sayang, bisa memuaskan suami di ranjang menjadi salah satu hal yang didambahan para istri.  

Untuk urusan itu, jamu Yun jodoh bisa jadi pertimbangan, karena jamu yang diproduksi Yuni Ermawati ini memang mengkhususkan untuk para istri yang ingin membahagian para suami dalam urusan ranjang.  

Jamu Yun Jodoh menawarkan produk unggulan yaitu jamu rapet wangi. Jamu ini dipercaya bisa membuat miss V lebih kencang dan rapat. “Kandungan alami seperti daun sirih bisa mengurangi lendir berlebihan pada miss v, membersihkan daerah intim dan menghilangkan bau tidak sedap,” ungkap Yuni. 

Usaha jamu Yun Jodoh sendiri dimulai Yuni sejak tahun 2019 atau pada awal pandemi covid 19. Banyaknya pengangguran didesanya, membuat Yuni tergugah dan mencoba membangun usaha.  

“Tertarik karena kemauan sendiri sambil melangkah untuk kemajuan khususnya produk ini, terutama di sini banyak yang menganggur, salah satunya untuk perkembangan ekonomi,”tuturnya.  

Dengan resep leluhur Jamu Yun Jodoh bahan-bahan alami dan tentunya higienis. Menjaga kebersihan bahan baku menjadi salah satu tantangan bagi Yuni agar menghasilkan produk yang berkualitas.  

Bahan-bahan yang digunakan antara lain untuk jamu Glintir adalah bunga mawar, melati, kenanga, manjakani, kayu rapet, kunci pepak, pinang, jolawe dan doroputih, Berbagai bahan tersebut didapatkan Yuni di supplier produk herbal yang sudah terpercaya.  

Untuk proses pembuatannya semua bahan dicuci bersih, kemudian beberapa bahan yang kering-kering disangrai. Untuk bahan yang basah seperti sirih dan bunga terlebih dahulu di hancurkan dengan cara diblender lalu kemudian dimasak dengan menggunakan air jeruk nipis hingga menjadi adonan atau jenang.

 

“Kemudian adonan ditiriskan sampai dingin baru ditambahkan madu, selanjutnya adonan diglintir secara manual dan dioven.”paparnya.

Sedangkan untuk jamu yang berbentuk cair bahannya hampir sama, hanya ditambahkan dengan sirih, bunga sirih, kemudian diblender lalu direbus dengan ditambahkan air, gula batu dan gula merah, setelah itu disaring dan dikemas dalam botol. 

Jamu Yun Jodoh terdiri dari jamu kapsul dan cair, untuk jamu berbentuk kapsul dalam 1 cup berisi 50 butir. Dengan cara pemakainya diminum 1 kali sehari sebanyak 5 kapsul sekali minum, sedangkan bila ada keluhan pada bagian kewanitaan atau nyeri saat haid bisa diminum 2 kali sehari pagi dan malam.  

Jamu Yun Jodoh dipasarkan dengan harga terjangkau, untuk 1 cup dijual dengan harga Rp 20.000/ Sedangkan untuk yang berbentuk cair dipasarkan dengan harga Rp 25.000 per botol kemasan 250 ml. Sedangkan untuk produk seperti temu lawak dan jeruk nipis dijual dengan harga Rp 5.000/botol dan bisa bertahan 2 hari. “Untuk pemasaran masih saya tarakan ke teman-teman amupun orang terdekat,” pungkasnya.

Reporter : Soleman
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018