Thursday, 24 September 2020


Hilangkan Penat di Pantai Selatan Jawa

21 Jan 2020, 14:15 WIBEditor : Clara

Pemandangan sunset di pantai barat Pangandaran | Sumber Foto:Agustin

Nama Pangandaran sendiri terdiri dari dua kata, yakni pangan (makanan) dan daran (pendatang) yang apabila diartikan menjadi sumber makanan bagi para pendatang

TABLOIDSINARTANI.COM, Pangandaran---Pantai selatan Jawa memang terkenal akan ombak dan pasirnya yang putih. Pangandaran yang merupakan kabupaten di Jawa Barat yang sebagian besar wilayahnya berada di pesisir selatan Jawa dan berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah.

Menurut pemandu wisata dari Pangandaran, Ujang, pantai yang ada di Pangandaran ini tergolong unik karena daratan yang menjadi daerah wisata pantainya, diapit oleh dua pantai, yakni pantai timur dan pantai barat dengan ujung keduanya adalah cagar alam. “Bisa dikatakan daratan berbentuk semenanjung. Dengan jarak bibir pantai ke daratanya hanya 200 meter saja (masing-masing pantai timur dan barat). Kalau kita lihat di peta, daratan itu seperti tangan manusia yang sisi kanan-kirinya adalah pantai,” jelasnya.

Nama Pangandaran sendiri terdiri dari dua kata, yakni pangan (makanan) dan daran (pendatang) yang apabila diartikan menjadi sumber makanan bagi para pendatang. Ujang mejelaskan bahwa Pangandaran ini merupakan salahsatu sumber makanan, terutama dari hasil laut, sehingga mendatangkan para pendatang untuk dapat memenuhi kebutuhan pokoknya. “Saya bisa pastikan bahwa penduduk yang ada di Pangandaran ini sebagian besar, 70-80 persennya adalah penduduk pendatang,” terangnya.

Oleh pemerintah Jawa Barat, Pangandaran ini dijadikan kawasan wisata pantai andalannya. Makanya kawasannya dibuat rapih dan tidak ada yang namanya kios-kios kumuh lagi di pinggir pantai. “Dulunya di pinggir pantai banyak terdapat kios-kios penjual yang tersebar secara liar. Di awal tahun 2018, mulai di tata danj sekarang jauh lebih rapih,” ungkap Ujang.

Tiket masuk ke kawasan wisata Pantai Pangandaran ini cukup terjangkau. Dari mulai Rp 6 ribu (1 orang pejalan kaki)  hingga yang termahal Rp 310 ribu (bus besar). Di dalam kawasan ini memang terbagi dua, yang pantai timur untuk wisata olahraga air, kuliner hidangan laut, dan sandaran kapal-kapal nelayan. Di bagian pantai barat dikhususkan untuk yang hanya ingin bermain di pantainya saja karena tepiannya cukup luas dibandingkan yang timur. “Kalau kita ingin melihat sunrise (matahari terbit) ke pantai timur, sedangkan ingin lihat sunset (matahari tenggelam) di pantai barat,” kata Ujang.

Ingin melihat kapal yang ditenggelamkan Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019, Susi Pudjiastuti? Cukup datang ke pantai pasir putih yang berada di cagar alamnya, kita dapat melihatnya. Untuk menuju ke sana, dapat menggunakan perahu dari pantai barat atau berjalan masuk dari cagar alam dan membayar Rp 20 ribu per orang ketika masuk ke cagar alamnya.

Untuk yang ingin melihat dengan menggunakan perahu dari pantai barat, dapat menyewanya dari penyewaan perahu. Harga yang ditawarkan biasanya dalam bentuk paket. Untuk paket termurah adalah Rp 90 ribu yang di dalamnya memuat ke pantai pasir putih, melihat monumen kapal, dan snorkeling di sekitar pantai pasir putih/monumen kapal. Harga ini sudah termasuk sewa alat snorkeling berupa google  (kacamata untuk snorkeling) dan pelampung.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi pantai pasir putih dan snorkeling di sekitarnya adalah pagi hari karena ombaknya tidak terlalu besar dan air pantainya belum pasang. Ketika memasuki siang hari, tepatnya pukul 11.00 WIB, air mulai pasang.

Reporter : Agustin
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018