Kamis, 30 Mei 2024


Protokol New Normal Pariwisata Berkelanjutan di Raja Ampat

19 Jun 2020, 16:23 WIBEditor : Indarto

Raja Ampat | Sumber Foto:Dok. Humas PRL

Kabupaten Raja Ampat sejak awal diperkenalkan kepada masyarakat internasional sebagai destinasi pariwisata ekologis yang tidak menerapkan mass tourism.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Kupang--- Memasuki new normal,  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang - Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) menyiapkan protokol new normal pariwisata Raja Ampat yang mengacu pada protokol kesehatan. Destinasi wisata Raja Ampat pun siap  berbenah.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Aryo Hanggono mengatakan, Kabupaten Raja Ampat sejak awal diperkenalkan kepada masyarakat internasional sebagai destinasi pariwisata ekologis yang tidak menerapkan mass tourism.

“Kabupaten Raja Ampat telah menerapkan pariwisata berkelanjutan dengan adanya dokumen daya dukung kegiatan pariwisata pada setiap spot wisata, code of conduct pariwisata," kata Aryo, di Jakarta, Jumat (19/6).

Menurut Aryo, destinasi Raja Ampat juga menerapkan,  program mengurangi sampah plastik, sasi Laut dan pengelolaan biota eksotik pari manta. Destinasi wisata ini  tetap menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dengan kegiatan ekologi konservasi alam, budaya serta sosial dalam pelaksanaan new normal pariwisata di Kabupaten Raja Ampat.

Aryo mengatakan,  upaya konservasi bertujuan untuk mendukung destinasi wisata. Karena kegiatan pariwisata berfungsi sebagai mekanisme pendanaan berkelanjutan dari kegiatan konservasi itu. Sehingga,  keseimbangan antar elemen dapat menjadi perhatian dalam pelaksanaan new normal di Kabupaten Raja Ampat.

Kepala BKKPN Kupang Ikram M. Sangadji mengungkapkan, menghadapi pariwisata di era new normal akan disusun timeline kegiatan pariwisata yang dijadwalkan akan dibuka pada Desember 2020 mendatang. Pedoman umum pariwisata new normal antara lain berupa pembuatan pedoman new normal, pembuatan sistem satu pintu untuk pariwisata Raja Ampat. Pengecekan wisatawan pada pintu masuk bandara/pelabuhan dan digitalisasi sistem reservasi.

" Selain itu juga akan dilakukan penguatan sarana prasarana kesehatan untuk mendukung kegiatan pariwisata new normal dengan pengembangan sentra kesehatan di tingkat distrik, penguatan puskesmas terpadu yang berada di dalam kawasan serta penyiapan SDM medis dan paramedis yang berkualitas," paparnya.

Ikram menjelaskan, prinsip utama new normal pariwisata dalam kawasan konservasi perairan adalah menjamin terlaksananya aktivitas wisata dengan prinsip 4K,  yaitu Kesehatan, Keselamatan, Kenyamanan dan Kepuasan.

Menurut Ikram, protokol kesehatan new normal harus diterapkan secara terpadu dan konsisten oleh semua stakeholder. BKKPN Kupang telah membuat protokol new normal pariwisata alam perairan kawasan konservasi perairan nasional yang dapat menjadi masukan dalam pembuatan protokol pariwisata new normal di Raja Ampat.

Pastinya, Raja Ampat akan fokus pada pariwisata terbatas yang mengutamakan masyarakat lokal sebagai penerima keuntungan dari kegiatan pariwisata. Raja Ampat juga mengedepankan pariwisata yang tidak merusak alam/budaya warisan masyarakat Papua.

“Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan izin operasi pelaku wisata sesuai dengan dokumen daya dukung yang telah disusun. Diantaranya, menerapkan system mooring buoy, memperketat regulasi pengolahan limbah di kapal, resort dan Kota Waisai serta memberikan pelatihan kepada masyarakat lokal agar lebih siap menghadapi tamu," pungkasnya. 

Reporter : Dimas
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018