Friday, 25 September 2020


Pasar Terapung Agro Wisata Legenda Banjarmasin

18 Oct 2018, 21:04 WIBEditor : Ahmad Soim

Kegiatan pasar terapung di Banjarmasin | Sumber Foto:Hasan Z

TABLOIDSINARTANI.COM - Banjarmasin, Pasar terapung yang melegenda di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, sejak ratusan silam, adalah pusat perniaganaan dan transaksi hasil pertanian, khususnya buah-buahan dan sayuran.


     Walau pasar yang berada di atas air tersebut berpindah pindah tempat tetap saja dagangan yang dijual dominannya adalah hasil pertanian.


     Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin, Mohammad Khuzaimi mengakui hal itu.

     Maka tak heran jika Pemkot Banjarmasin menciptakan pasar terapung buatan yang berada di Sungai Martapura atau di pusat kota ibukota provinsi paling selatan pulau terbesar di tanah air tersebut, tak bisa mengelak jika yang dijual tetap dominasi buah-buahan dan sayuran.

    Buah buahan yang banyak dijual di lokasi tersebut seperti aneka jenis rambutan, aneka mangga-manggaan, aneka jenis pisang, aneka jenis jeruk, aneka jenis pepaya, dan tak sedikit pula buah-buah hutan yang kian langka, seperti mundar, kalangkala, binjai, balangkasua, mentega, gitaan, maritam, dan kacapuri.

    Sementara sayuran, aneka sayur hijau, bayam, daun ketela, daun pepaya, jantung pisang, rebung, umbut kelapa, dan ubi-ubian, dan tak sedikit pula sayuran hutan seperti kelakai, paku haruan (sejenis pakis), genjer, jaruk bunga tigarun, jaruk tarap, dan mandai (kulit cempedak yang dipermentasi).  

     Pasar terapung buatan yang berada di lokasi objek wisata Siring Tendean tersebut tadinya hanya merekrut 50 pedagang tetapi karena kian rame maka jumlah pedagang di pasar yang hanya buka hari Sabtu dan Minggu itu pun jumlahnya terus bertambah.

     Jika pertama kali dibangun pasar terapung buatan pusat kota itu Pemkot harus mensubsidi pedagang agar mereka bersedia berjualan di lokasi tersebut, sekarang tanpa disubsidi pun mereka rebutan untuk berjualan.

     Kendati berjualan harus menggunakan sampan dan mengayuh sampannya dari jauh tetapi mereka tetap saja bersemangat, karena jualan berupa buah-buahan dan sayuran itu selain memang yang dicari masyarakat Banjarmasin juga disenangi wisatawan.

    Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata setempat kunjungan wisatawan ke objek wisata Siring Tendean dimana ada lokasi pasar terapung tak kurang dari enam ribu orang pengunjung setiap minggunya.

    Walau kunjungan wisatawan ke Siring Tendean itu bermacam macam keinginannya, tetapi ujung-ujungnya wisatawan tersebut pasti menikmati pasar terapung, karena selain banyak buah-buahan termasuk buah-buahan khas Kalimantan dan sebagiannya hampir punah, juga di lokasi itu ada dagangan cendramata, dan kuliner khas setempat pula.

Pasar Terapung di Banjarmasin

    Paling suka wisatawan belanja di pasar terapung seraya menikmati kuliner khas setempat, seperyi nasi kuning, soto banjar, laksa, kukulih, ketupat kandangan serta aneka kue tradisional yang dikenal wadai banjar 41 macam.

    Hal lain yang menjadi daya pikat pasar terapung tersebut karena pedagangnya didominasi ibu-ibu berpakaian khas "bertelakung," bertopi lebar yang disebut tanggui serta berpupur dingin bedak muka yang khas pula.

     Pasar terapung
    
     Keberadaan pasar terapung tidak ada yang tahu persen sejak kapan, tetapi konon sejak kerajaan Banjar di Muara kuin sekitar 490 tahun silam.
    

     Dulu jalan darat tak tersedia seperti sekarang, dan warga setempat lebih banyak menggunakan angkutan air berupa jukung, klotok, ketenting, tongkang , spead boat kemana-mana dari rumah termasuk mencari keperluan makanan setiap hari.
    

     Dengan kondisi yang demikian maka munculnya pasar di atas air, dan pasar terapung paling rame seperti yang pernah di tayangkan "RCTI Oke" itu adanya di Kuin Sungai Barito, tetapi karena perkembangan jaman dan jalan darat sudah berkembang sedemikian rupa pasar terapung Kuin ini sekarang tinggal cerita saja lagi.

 

Pasar Terapung di Banjarmasin


     Pasar terapung kedua berada di Sungai Martapura bagian hulu tepatnya di Desa Lok Baintan, Kabupaten Banjar,   dulu juga rame, sekarang karena perkembangan jaman aktivitasnya terus menyusut, maka dikhawatirkan bubuar juga.


     Oleh karena itu Pemkot Banjarmasin menciptakan pasar terapung buatan di pusat kota, maksudnya selain meramaikan wisata air sekaligus melestarikan aktivitas jual beli di atas air tersebut.

Reporter : Hasan Z
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018