Selasa, 23 Juli 2024


Pisang Bajo Sukabumi, Pendatang Baru yang siap Ramaikan Pasar

09 Peb 2022, 12:44 WIBEditor : Yulianto

Panen pisang barangan jumbo di Sukabumi | Sumber Foto:Humas Ditjen Hortikultura

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi---Pisang terpilih menjadi salah satu komoditas buah unggulan untuk dikembangkan dan mendapat porsi kawasan cukup luas melalui program Kampung Hortikultura. Pengembangan kawasan Kampung Pisang ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, memenuhi permintaan ekspor, dan diversifikasi pangan.

Salah satu lokasi Kampung Pisang berada di Desa Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di kawasan tersebut berhasil dikembangkan pisang barangan jumbo (bajo). Pisang jenis baru ini siap meramaikan pasar dalam negeri, bahkan juga mancanegara.

Pengembangan Kampung Pisang Bajo ini merupakan sinergi antara Poktan Pandawa Siaga Tani dengan PT Caraka Prima Sakti, dan PT Rejeki Pangan Lestari sebagai offtaker. Poktan Pandawa Siaga Tani menerima bantuan berupa benih kultur jaringan dari PT Caraka Prima Sakti dan PT Rejeki Pangan Lestari serta saprodi dari Direktorat Buah dan Florikultura. 

Pemulia benih dan breeder varietas pisang bajo, I Gusti Made Gama mengungkapkan keunggulan dari pisang ini adalah daging buah yang garing, rasa yang sangat manis, dan aroma khas pisang barangan. Ukurannya pun juga cukup besar dengan berat mencapai 3 kilogram per sisirnya.

“Pisang ini saya kerjakan cukup lama untuk memastikan kestabilan dan keunggulannya. Tadi saya lihat di lapangan hasilnya cukup bagus dan besar. Untuk 1 sisir, beratnya mencapai 3 kilogram. Saya harap ke depannya pisang ini dapat menembus pasar dunia dan untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kerja sama berbagai pihak, baik dari swasta maupun pemerintah,” ungkap I Gusti Made Gama.

Menurut Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman, pisang bajo ini merupakan jenis pisang baru. Namun, kualitas dari pisang ini memberikan harapan baru untuk dapat menembus pasar mancanegara. “Pisang bajo ini memang pendatang baru di dunia perpisangan. Tetapi, jangan heran kalau pisang bajo menjadi harapan. Kita lihat kualitasnya. Ukurannya jumbo, rasanya manis, dan kulitnya mulus. Saya harap pisang bajo dapat tembus ke pasar mancanegara,” ujar Liferdi saat menghadiri panen raya pisang bajo di Sukabumi.

Kementan akan mempromosikan buah-buahan melalui program ODICOFF ke 34 negara di dunia dan berharap pisang bajo dapat menjadi salah satu komoditas yang dipromosikan. “Kami berharap pisang bajo dapat berpartisipasi dalam ODICOFF 2022 nanti agar bisa meraih pasar dan kerja sama baru secara internasional. Untuk mewujudkannya, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak demi menghasilkan kualitas pisang bajo yang terbaik dan sesuai dengan keinginan pasar ekspor,” tambah Liferdi.

Sementara itu Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto sangat mengapresiasi kegiatan panen pisang bajo di Desa Warung Kiara ini. Prihasto berharap pengembangan ini dapat terus berlanjut dan dapat menghasilkan pisang berskala ekspor. “Selamat atas panen perdananya. Sukabumi selama ini dikenal dengan pisang ambon. Saat ini, juga dapat turut dikenal sebagai penghasil pisang bajo," katanya seraya berharap pengembangan Kampung Pisang Bajo ini dapat terus berlanjut hingga mampu menghasilkan pisang berkualitas ekspor.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana menyatakan, pihaknya mendukung penuh pengembangan pisang bajo di Desa Warung Kiara dan terbuka lebar jika ada kesempatan pengembangan area di wilayah lain. “Di Sukabumi itu segalanya ada dan pertanian, terutama pisang, menjadi unggulan kami," katanya.

Selama ini, Thendy mengakui, hanya mengenal pisang ambon dan pisang lumut. Namun saat ini Desa Warung Kiara dapat membuktikan bahwa pisang bajo juga dapat tumbuh subur di Sukabumi. "Kami sangat mendukung pengembangan pisang bajo ini ke depannya, apabila memang ada area-area lain yang cocok untuk ditanam pisang bajo,” tegasnya.

Reporter : Julian
Sumber : Ditjen Hortikultura
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018