Wednesday, 15 July 2026


Belajar dari Kediri, Luwu Timur Siapkan Wasuponda Jadi Sentra Nanas

27 Oct 2025, 12:22 WIBEditor : Herman

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Ketua TP PKK, dr. Ani Nurbani, mengunjungi Sentra Nanas Sempu , Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

TABLOIDSINARTANI.COM, Kediri ---  Hari ketiga kunjungan Pandu Juara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berlangsung penuh inspirasi. Rombongan yang dipimpin langsung Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Ketua TP PKK, dr. Ani Nurbani, mengunjungi Sentra Nanas Sempu di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Desa Sempu dikenal luas sebagai sentra nanas terbesar di Jawa Timur dengan luas perkebunan mencapai 2.600 hektare.

Desa ini sukses mengembangkan komoditas nanas menjadi kawasan agrowisata yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga menarik minat rombongan dari Luwu Timur untuk belajar langsung ke lapangan.

Setibanya di lokasi, Bupati Irwan dan rombongan disambut hangat oleh pengelola BUMDes Sempu dengan sajian sari nanas segar, salah satu produk olahan unggulan desa tersebut.

Rombongan kemudian diajak berkeliling menggunakan jeep wisata, menikmati panorama perkebunan, sekaligus mencoba pengalaman memetik nanas madu langsung dari pohonnya.

Bupati Irwan mengaku terkesan dengan tata kelola terpadu yang diterapkan masyarakat Desa Sempu. Menurutnya, konsep tersebut sangat relevan untuk dikembangkan di Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur, yang juga memiliki potensi besar dalam budidaya nanas.

“Konsep ini nanti, InsyaAllah, akan diadopsi oleh Desa Tabarano. Semoga Wasuponda nantinya bisa menyamai Desa Sempu ini sebagai sentra nanas di Sulawesi,” ujar Bupati Irwan penuh semangat.

Lebih jauh, ia juga mengungkapkan rencana untuk mendatangkan bibit nanas dari Kediri guna dikembangkan di wilayah Wasuponda.

Sementara itu, Priyogi, pengelola BUMDes Sempu, menjelaskan bahwa ada tiga jenis nanas yang banyak dibudidayakan oleh petani setempat.

“Jenis nanas queen dan nanas madu simpleg paling banyak ditanam karena rasanya manis khas dan permintaannya tinggi di pasar,” ungkapnya.

Tak hanya menjual buah segar, warga Desa Sempu juga mengolah hasil panen menjadi produk turunan bernilai tambah, seperti sari nanas dan manisan nanas, yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dalam rombongan tersebut turut hadir Kepala Desa Tabarano, Rimal Manukallo, yang mengaku banyak belajar dari pengelolaan nanas di Desa Sempu.

“Kami mendapat banyak inspirasi, terutama dalam pengembangan wisata berbasis pertanian. Selanjutnya, kami akan melakukan pemetaan potensi dan perencanaan infrastruktur penunjang di Tabarano,” ujarnya.

Rimal menambahkan, Pemerintah Desa Tabarano bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berkomitmen untuk menjadikan desanya sebagai kawasan agroindustri dan agrowisata.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat dan membuka peluang baru bagi petani lokal.

Reporter : Suriady
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018