Friday, 01 July 2022


Siap Gantikan Terigu, Permintaan Tepung Mocaf Terus Meningkat

14 Jun 2022, 14:13 WIBEditor : Herman

Manager Program Rumah Mocaf, Wahyu Budi Utami | Sumber Foto:Djoko W

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarnegara --- Rumah Mocaf, produsen tepung mocaf di Banjarnegara, sempat kelabakan mencari tambahan singkong segar, bakal bahan baku tepung mocaf menjelang idul fitri lalu. Pasalnya, permintaan tepung mocaf bulan itu meningkat tajam 50% lebih dari perkiraan semula.

Ternyata masyarakat mulai kenal dan menyukai tepung hasil fermentasi ubi kayu ini. Karena bila bisa mengolahnya, rasa berbagai kudapan seperti kue dan lainnya yang berbahan tepung mocaf tidak kalah nikmat dibandingkan kue berbahan tepung terigu.

“Disamping itu masih ada keunggulan lain dari tepung mocaf ini yaitu rendah kalori dan bebas gluten (gluten free),” ungkap Manager Program Rumah Mocaf, Wahyu Budi Utami, ketika mendampingi suaminya Riza Azyumarridha Azra, pendiri dan pemilik Rumah Mocaf Indonesia.

Gluten sendiri adalah protein lengket dan elastis yang terkandung di dalam beberapa jenis serealia, terutama gandum yang merupakan bahan utama dalam pembuatan tepung terigu. Mengonsumsi makanan yang mengandung gluten dapat berdampak buruk pada orang-orang yang mengalami intoleransi gluten.

 

Gluten juga sangat tahan terhadap enzim protease yang memecah protein di saluran pencernaan kita. Protein yang tidak dicerna secara sempurna bisa membuat peptida melewati dinding usus kecil dan menyebar ke seluruh tubuh. Hal ini bisa memicu respon imun yang membuat kita berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan. Terdapat teori yang meyakini bahwa tubuh manusia tidak dapat mencerna gluten karena sistem pencernaan manusia belum berevolusi untuk dapat mencerna gluten dalam jumlah banyak.

Tepung singkong adalah salah satu tepung bebas gluten (gluten free) yang memiliki karakteristik mirip dengan tepung terigu dan bisa digunakan sebagai tepung serbaguna. Rasanya netral dan rendah kalori ketimbang tepung kelapa atau almond.

Manfaat dari tepung ini juga banyak, diantaranya sumber serat, kalsium, dan zat besi. Tepung singkong gluten free dapat dikonsumsi oleh orang yang intoleran terhadap gluten, anak berkebutuhan khusus, penderita diabetes karena memiliki indeks glikemiks rendah, serta baik dikonsumsi oleh siapapun yang ingin menjaga metabolisme tubuh lebih baik dan mendapat stamina lebih kuat.

Lebih lanjut sarjana pendidikan dan master ilmu bahasa tersebut mengatakan bahwa produksi tepung mocaf dari rumah mocaf rata-rata mencapai 10 – 15 ton per bulan. Sedang kapasitas produksi maksimal dapat mencapai 30 ton per bulan.

“Termasuk didalamnya ada kerja sama dengan 652 pengrajin tepung mocaf. Serapan pasar antara 80 – 90%,” tambah Utami.

Untuk menggenjot pemasaran, Rumah Mocaf telah melakukan diversifikasi produknya.  Saat ini tidak kurang ada 6 varian tepung mocaf, serta bermacam produk turunan dari tepung mocaf.

Disamping tepung mocaf curah yang dikemas @ 25 kg, tepung mocaf disini juga dikemas @ 500 gram berupa tepung ori, tepung bumbu, tepung premix bermacam rasa. Sedang produk turunan berupa macam-macam kue, macam-macam mie sayur dan mie buah.

Tentang harga, kata Utami melanjutkan, Rumah Mocaf menjual tepung curah kemasan karung @ 25 kg dengan harga Rp 19.000,- per kg dengan pembelian minimal 1 karung. Untuk pembelian jumlah banyak, harga dapat dikompromikan, terutama bagi sesama UMKM pengrajin olahan mocaf atau reseller.

“Sedangkan untuk tepung mocaf kemasan premix original dijual Rp 17.000,- per 500 gr. Untuk varian yang lain beda-beda harga sesuai spesifikasinya,” jelasnya.

Pemasaran

Jangkauan pemasaran tepung mocaf dari Banjarnegara ini telah meluas meliputi kabupaten-kebupaten sekitar seperti Purwokerto, Banyumas, Cilacap, Wonosobo lalu daerah Yogyakarta.

Selain itu penjualan juga telah merambah ke daerah di Jawa Barat lain seperti Tasikmalaya dan sudah masuk ke Jabodetabek yang merupakan daerah serapan tertinggi produk Rumah Mocaf saat ini.

Bahkan baru-baru ini, Riza sang pemilik Rumah Mocaf telah melakukan muhibah ke  beberapa Negara seperti Malaysia, Amerika, Rusia, Belgia, Mesir dan Turki untuk memperkenal produk tepung mocaf buatan asli Indonesia.

Lebih lanjut Utami mengatakan Tim Pemasaran Rumah Mocaf secara aktif bergerak melalui 3 Saluran Penjualan, yaitu Secara Offline :Retail, toko sehat, door to door, konsinyasi, kerjasama dengan dinas, pameran. Secara Online: Penggunaan market place  dan media sosial seperti website, youtube, instagram, whatsapp.

Melalui Jaringan Komunitas, misalnya Komunitas Autisme dan Komunitas Gaya Hidup Sehat. Ada fenomena baru yang diamatinya pada masyarakat  pedesaan tempat tinggalnya.

Penjualan tepung mocaf dan olahannya meningkat signifikan ketika musim hajatan. Ternyata oleh-oleh yang diberikan kepada tamu undangan ketika pulang telah bergeser. Kalau dulu berupa nasi dan lauk pauk, sekarang berupa kue dari tepung mocaf.

“Sedangkan sebagai bahan baku, rumah mocaf tetap memprioritaskan kerjasama dengan kelompok-kelompk tani singkong di wilayahnya, ada 11 kelompok tani singkong yang dibina, meliputi ladang singkong seluas 295 ha,” pungkas Utami.

Reporter : Djoko W
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018