Jumat, 16 Januari 2026


Mentan Amran Borong 5 Alat Canggih ITS, Bisa Ubah Cara Bertani di Indonesia

10 Nov 2025, 15:13 WIBEditor : Gesha

Mentan Amran borong 5 alat canggih hasil inovasi ITS. Langkah ini siap mengubah cara bertani di Indonesia, membuat pertanian lebih modern, efisien, dan berpotensi panen lebih maksimal.

TABLOIDSINARTANI.COM, Surabaya -- Mentan Amran borong 5 alat canggih hasil inovasi ITS. Langkah ini siap mengubah cara bertani di Indonesia, membuat pertanian lebih modern, efisien, dan berpotensi panen lebih maksimal.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, baru-baru ini membeli lima inovasi pertanian karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Langkah ini diumumkan saat Amran menghadiri reuni alumni ITS pada Sabtu (8/11/2025), dan dianggap sebagai langkah nyata untuk memajukan pertanian Indonesia.

Amran menjelaskan, inovasi yang dibeli meliputi teknologi pengolahan kelapa, smart farming, precision agriculture, dan alat-alat sensor. “Ada juga teknologi yang mampu mengubah air payau menjadi air layak konsumsi, ini penting untuk daerah rawan air,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (10/11/2025).

Lima alat ini sebagian besar berkaitan dengan mekanisasi pertanian modern, termasuk traktor pintar yang membantu petani bekerja lebih efisien. Dengan penerapan teknologi ini, diharapkan produktivitas lahan meningkat dan biaya operasional petani bisa ditekan.

Smart farming memungkinkan petani memonitor kondisi tanaman secara real-time, mulai dari kelembapan tanah hingga kebutuhan nutrisi. Precision agriculture membantu petani menanam dan memanen lebih tepat, sehingga hasil panen bisa maksimal dengan penggunaan lahan yang lebih efisien.

Selain itu, alat sensor yang dibeli mampu mendeteksi kondisi lingkungan, termasuk kualitas air dan tanah. Beberapa alat bahkan dapat mengubah air payau menjadi air layak minum, solusi strategis bagi lahan di daerah kekurangan air.

Amran menegaskan, alat-alat ini tidak hanya untuk pajangan, tetapi siap diterapkan di lapangan. “InsyaAllah akan kita implementasikan. Kalau berhasil, kita lanjutkan. Kalau belum sempurna, kita perbaiki,” ujarnya.

Sebagai alumni ITS yang tergabung dalam Ikatan Alumni ITS (IKA ITS) dan anggota Majelis Wali Amanat ITS 2026, Amran ingin mendukung karya anak bangsa sekaligus meningkatkan efisiensi pertanian di Indonesia.

Ketua Umum IKA ITS, Ir. Wiluyo Kusdwiharto, menegaskan bahwa kerja sama ini akan menjadi nyata dan bermanfaat. “Kami pastikan MoU ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar menjadi sesuatu yang konkret bagi bangsa,” ujarnya.

Dengan adanya lima alat canggih ITS ini, cara bertani di Indonesia bisa bertransformasi. Petani bisa bekerja lebih efisien, panen lebih optimal, dan lingkungan tetap terjaga. Langkah ini menjadi bukti bahwa inovasi teknologi bisa menjadi solusi nyata untuk pertanian modern di Indonesia.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018