Thursday, 22 October 2026


Mau Tanam dan Ingin Tahu Kondisi Iklim? Unduh Dulu Si-PERDITAN

17 Dec 2018, 10:17 WIBEditor : Yulianto

Petani memperhatian saluran irigasi yang kering

Sistem informasi ini berisi data dan peta sebaran perubahan iklim dan dampak perubahan iklim, serta rekomendasi penanganan dampaknya

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--Pertanian merupakan sektor yang paling terdampak terhadap perubahan iklim, baik itu banjir maupun kekeringan. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi pergeseran musim dan puncak hujan. Perubahan musim ini sangat mengganggu pola tanam dan produktivitas, sehingga diperlukan upaya antisipasi, adaptasi dan mitigasi.

Kementerian Pertanian melalui Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) bekerjasama dengan BMKG, LAPAN, Kemen LHK, dan Kementerian PUPR telah mengembangkan Sistem Informasi Peringatan Dini dan Penanganan Dampak Perubahan Iklim Sektor Pertanian (Si-PERDITAN) sesuai amanah UU No. 19 Tahun 2013 dan Permentan No. 39 Tahun 2018.

“Sistem informasi ini berisi data dan peta sebaran perubahan iklim dan dampak perubahan iklim, serta rekomendasi penanganan dampak perubahan iklim pada sektor pertanian,” kata Kepala Pusdatin Kementerian Pertanian, I Ketut Kariyasa kepada Sinar Tani.

AplikasiSi-PERDITAN menyediakan fitur yang dibuat secara dinamis dan interaktif, serta berbasis geospasial. Dengan memanfaatkan fitur dalam aplikasi tersebut, persiapaan dan perencanaan sebelum terjadinya kejadian bencana banjir maupun kekeringan dapat diantisipasi dan diadaptasi. “Sehingga dapat mengurangi dampak kerugian akibat banjir maupun kekeringan”.

Menurut Kariyasa, aplikasi Si-PERDITAN ini sangat bermanfaat buat pemangku  kepentingan maupun petugas lapangan untuk menginformasikan perubahan iklim bagi masyarakat, khususnya petani. Terutama dalam perencanaan resiko untuk mengurangi kegagalan panen dan turunnya produksi pertanian.

Sistem ini berbasis webGIS dan mampu diakses melalui mobile browser yang dapat membantu pihak pengambil keputusan di Kementerian Pertanian maupun pemerintah daerah, baik tingkat provinsi dan kabupaten di seluruh Indonesia. Selain itu dapat secara interaktif petani berkomunikasi dengan petugas pertanian dalam memperoleh bantuan terkait perencanaan pola tanam, penanganan dampak banjir dan kekeringan dan serangan OPT maupun penyakit hewan.

Selain pengembangan aplikasi Si-PERDITAN, kontribusi Pusdatin dalam pengembangan teknologi pertanian menuju era Industri 4.0 juga telah dilakukan sebelumnya bersama LAPAN. Yakni, pengembangan aplikasi pemantauan fase pertanaman padi berbasis citra satelit SIMOTANDI.

Bagi siapa saja yang ingin mengunduh, alamat website aplikasi Si-PERDITAN http://sipetani.pertanian.go.id/siperditan/.

 

Fitur yang ada dalam Si-PERDATIN

1. Peta informasi curah hujan secara real time tiap 1 jam dari citra satelit Himawari-8

2. Prediksi ENSO yakni terkait dengan prediks ikejadian kekeringan (el-nino) maupun banjir (la-nina) sampai 8 bulan kedepan

3. Prakiraan curah hujan 6 harian maupun prakiraan curah hujan bulanan selama 6 bulan ke depan yang sangat bermanfaat untuk perencanaan pola tanam

4. Peta potensi kebakaran lahan

5. Peta sebaran dan prakiraan organism pengganggu tanaman (OPT) dan penyakit  hewan

6. Peta sebaran monitoring tinggi muka air (TMA) yang ada di 180 waduk/bendungan.

7. Kamus yang berisikan penanganan OPT sehingga sangat bermanfaat buat petani untuk pengendalian OPT. Yul

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018