Monday, 21 September 2020


Hasil Sikomandan, 1,35 Juta Sapi Bunting dan Lahirkan 1,39 Juta Pedet

04 Aug 2020, 13:54 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat panen pedet hasil program Sikomandan | Sumber Foto:Humas Ditjen PKH

TABLOIDSINARTANI.COM, Sinjai--- Sejak Kementerian Pertanian menggulirkan program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) telah bunting bunting 1.359.094 ekor sapi dan lahir sebanyak 1.394.446 ekor pedet (anak sapi). Dalam program Sikomandan juga telah dilakukan IB sebanyak 2.318.136 akseptor.

Data tersebut sampai 27 Juli 2020. Dengan keberhasilan tersebut terjadi lompatan populasi sapi/kerbau yang cukup signifikan selama lima tahun terakhir yaitu sebesar 3,37 juta ekor. Dengan demikian, populasi sapi/kerbau saat ini berjumlah 18,82 juta ekor.

Sebagai catatan, selama tiga setengah tahun, dalam kurun waktu 2017 sampai 2020 Kementan berhasil melakukan inseminasi buatan (IB) pada ternak sapi dan kerbau sebanyak 13.868.641 akseptor dan telah menghasilkan anak dari hasil perkawinan IB sebanyak 6.133.896 ekor.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam mengakselerasi pertumbuhan populasi dan peningkatan produksi ternak sapi dan kerbau dalam negeri.

"Sikomandan saya nilai sebagai langkah nyata pemerintah bersama masyarakat untuk mengakselerasi pertumbuhan populasi dan peningkatan produksi ternak sapi dan kerbau di dalam negeri," ujar SYL saat panen 500 ekor pedet (sapi) beserta induknya di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Sikomandan juga merupakan rangkaian kegiatan yang tidak terpisahkan dari kegiatan tahun sebelumnya. Namun dirancang dengan pendekatan yang lebih melibatkan peran aktif petugas teknis dan masyarakat sebagai pelaku pembangunan.

Karena itu untuk mendorong keberhasilan program Simomandan ini, SYL mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya protein hewani. Harapannya ini bisa menjadi pendorong semangat bagi semua pihak untuk berupaya mewujudkan swasembada protein hewani.

“Upaya mewujudkan swasembada protein hewani tidak sebatas pada kemampuan penyediaan pangan asal hewan yang cukup bagi masyarakat, tetapi juga harus disertai dengan peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat yang berbasis sumberdaya lokal,” tuturnya.

Dalam mencapainya, semua pihak perlu menggerakkan seluruh sumberdaya yang ada untuk pembangunan peternakan. Karena itu SYL menilai saat ini merupakan momentum yang tepat untuk menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), I Ketut Diarmita mengatakan, capaian realisasi program Sikomandan di Sulawesi Selatan sampai dengan 28 Juli 2020 berdasarkan data Isikhnas, keberhasilan  proses IB sebesar 54,32 persen atau 35.495 akseptor dari target 65.350.

Sementara kebuntingan sapi sebanyak 35.378 ekor atau 84,92 persen dari target 41.660. Sedangkan kelahiran menghasilkan sebanyak 24.919 ekor anak atau 28,16 persen dari target 88.494.

Realiasi Sikomandan di Kabupaten Sinjai per 28 Juli 2020 juga cukup tinggi. Dari target 4.500 akseptor, berhasil dikawinkan sebanyak 2.865 akseptor atau 63,67 persen dari target. Realisasi IB mencapai 3.679 dosis atau 78.30 persen dari target 4.950.

Tingkat kebuntingan juga cukup tinggi di angka 92,86 persen dari target 2.900 ekor dan yang terealisasi 2.693 ekor. Kemudian untuk kelahiran, dari target 6.146 ekor, terealisasikan sebanyak 1.669 ekor atau 27,16 persen dari target.

"Hasilnya cukup fantastis. Sesuai arahan Bapak Mentan, mari bersama gaungkan Sikomandan yang salah satu kegiatannya adalah gerakan Inseminasi Buatan (IB) secara masif dan hasilnya seperti yang bisa kita lihat pada kegiatan panen pedet ini," tegas Ketut.

Sulawesi Selatan sendiri dinilai sebagai salah satu sentra pertanian dan peternakan di pulau Sulawesi, karena mempunyai posisi strategis dalam penyediaan pangan. Dalam pengembangan ternak Sikomandan tahun 2020, pemerintah Sulawesi Selatan telah mampu melakukan IB mencapai 37.851 akseptor dan menghasilkan kelahiran anak sebanyak 24.728 ekor.

 

Reporter : Kontributor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018