
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi bersama Kementerian Pertanian (Kementan) meninjau langsung operasional peternakan modern PT Greenfields Dairy Indonesia (GFI) di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Upaya memperkuat produksi susu nasional terus menjadi perhatian serius pemerintah dan DPR RI. Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian (Kementan) meninjau langsung operasional peternakan modern PT Greenfields Dairy Indonesia (GFI) di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan industri peternakan sapi perah dalam memenuhi kebutuhan susu segar dalam negeri yang terus meningkat, sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor.
PT Greenfields Dairy Indonesia yang berdiri sejak 1997 dikenal sebagai salah satu produsen susu terbesar di Asia Tenggara. Dengan sistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir, Greenfields menjadi rujukan nasional dalam penerapan teknologi modern peternakan sapi perah.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, memimpin langsung peninjauan ke fasilitas pemeliharaan sapi, sistem pemerahan otomatis, hingga jalur produksi susu.
Ia menilai kapasitas produksi Greenfields memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian susu nasional.

“Hari ini kami dari Komisi IV meninjau peternakan sapi perah Greenfields di Malang. Sapinya sangat banyak, ada sapi Jersey dan Holstein. Satu sapi Holstein bisa menghasilkan sekitar 34 liter susu per hari, sementara sapi Jersey sekitar 25 hingga 27 liter per hari,” ujar Titiek.
Ia juga menyoroti seluruh proses produksi yang telah dilakukan secara modern dan efisien, mulai dari pemerahan, penyaluran susu melalui pipa ke tangki penampungan, hingga proses pengolahan di pabrik.
“Industri susu merupakan penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus penguat kedaulatan pangan nasional. Karena itu, kami ingin melihat langsung bagaimana Greenfields meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi susu untuk mendukung swasembada susu nasional,” tegasnya.
Dari pihak industri, PT Greenfields menyatakan komitmen penuh mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri susu lokal. Chief Human Resources Officer PT Greenfields, Chika Hutauruk, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Komisi IV DPR RI dan seluruh instansi terkait yang telah meluangkan waktu untuk meninjau langsung operasional peternakan dan pabrik kami di Gunung Kawi,” kata Chika.
Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan industri. “Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas produksi dan berkontribusi lebih besar dalam pemenuhan kebutuhan susu segar dalam negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menilai Greenfields sebagai contoh ideal pengelolaan peternakan sapi perah modern di Indonesia.
“Mulai dari manajemen reproduksi, kesehatan hewan, hingga pengolahan susu, semuanya dilakukan secara profesional dan sesuai standar tinggi. Greenfields bisa menjadi acuan nasional,” ungkap Agung.
Namun demikian, Agung mengakui produksi susu nasional masih jauh dari kebutuhan. Saat ini, Indonesia baru mampu memproduksi sekitar 1 juta ton susu per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 4,7 juta ton. Kondisi tersebut membuat pasar dalam negeri masih didominasi produk impor.
Untuk mengatasi hal itu, pemerintah menempuh berbagai langkah strategis, termasuk mendatangkan sapi perah dari luar negeri guna mempercepat peningkatan populasi dan kapasitas produksi susu nasional.
Selain itu, Kementan juga mendorong skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah sebesar 3 persen. Skema pembiayaan ini diharapkan dapat menarik minat peternak untuk menambah populasi sapi perah dan memperkuat permodalan usaha.
“Kami berharap dukungan Komisi IV DPR RI agar kebijakan ini dapat segera diimplementasikan, sehingga peternak bisa merasakan langsung manfaat pembiayaan murah untuk meningkatkan produksi susu nasional,” pungkas Agung.



