
Indukan Sapi
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Angin segar mulai dirasakan peternak sapi perah dan pedaging. Seiring upaya pemerintah mendorong investasi di subsektor peternakan, peluang usaha kian terbuka lebar sekaligus menghadirkan kepastian pasar yang selama ini dinantikan.
Langkah ini berkaitan erat dengan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendorong peningkatan kebutuhan pangan, khususnya protein hewani seperti susu dan daging. Bagi peternak, program ini menjadi jaminan tersedianya pasar dalam jangka panjang.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa investasi yang dikembangkan tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan populasi ternak semata.
“Investasi yang kita dorong bukan sekadar menambah populasi, tetapi harus memberi manfaat nyata bagi peternak. Kita ingin ada kemitraan yang kuat, transfer pengetahuan, dan kepastian pasar agar peternak bisa tumbuh bersama,” ujarnya saat meninjau peternakan PT Rejo Sari Bumi di Tapos, Bogor.
Dampak investasi mulai terlihat di lapangan. Hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan populasi ternak yang cukup signifikan. Di lokasi tersebut, populasi sapi perah kini mencapai sekitar 600 ekor.
Pada awal 2026, terdapat tambahan 289 ekor indukan bunting sapi perah jenis Jersey yang didatangkan melalui skema investasi Koperasi Gapura Bhumi Mandiri. Program ini merupakan bagian dari Mazaraat Dairy Ecosystem yang melibatkan 19 perusahaan mitra.

Skema tersebut juga memperluas peluang kemitraan antara pelaku usaha dan koperasi. Dengan demikian, peternak dapat terlibat langsung dalam rantai produksi sekaligus memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
Ketua Koperasi Gapura Bhumi Mandiri, Jamie Najmi, menyampaikan komitmennya dalam membangun sistem peternakan yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa investasi tidak hanya difokuskan pada penambahan ternak, tetapi juga pada penguatan sistem dan kemitraan.
Selain peningkatan populasi sapi, pengembangan usaha juga mulai diarahkan pada diversifikasi. Salah satunya melalui rencana pengembangan kambing perah jenis Saanen sebagai alternatif sumber susu sekaligus sarana pembelajaran bagi peternak.
Kementerian Pertanian menilai langkah ini sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus melindungi peternak melalui peningkatan produktivitas dan penciptaan pasar.
Dengan bertambahnya populasi ternak serta investasi yang terus berjalan, pasokan susu dan daging nasional diharapkan semakin kuat.
Upaya ini tidak hanya untuk mendukung Program MBG, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan peternak.
Pemerintah juga memastikan seluruh proses investasi berjalan dengan pengawasan ketat, mengedepankan prinsip kesehatan hewan, keamanan pangan, dan keberlanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.