Saturday, 23 October 2021


Ingat ! ASN itu Terikat Kode Etik

12 Oct 2021, 17:36 WIBEditor : Yulianto

Gedung Kementerian Pertanian | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung---Seorang ASN wajib terikat dengan kode etik yang diberlakukan di tempat bekerja. Ketika seorang ASN melanggar kode etik, integritasnya dipertanyakan. 

"Integritas ASN sangat erat hubungannya dengan akhlak kerja pegawai. Akhlak pegawai maksudnya setiap tingkah laku, tindakan yang dilakukan oleh ASN atau tidak melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Adri saat Tani On Stage Milenial di Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang, Selasa (12/10).

Presiden RI, Joko Widodo baru saja meluncurkan nilai dasar/core values ASN yaitu ‘BERAKHLAK’ dan employer branding-nya adalah ‘Bangga Melayani Bangsa’. Peluncuran nilai dasar ini bertujuan untuk menyeragamkan nilai-nilai dasar ASN yang saat ini masih bervariasi di setiap instansi pemerintahan baik pusat maupun daerah.

Menurut Boga, BERAKHLAK merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. ASN harus mempunyai orientasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Boga mengatakan, nerbicara mengenai ASN milenial, berarti kita tengah menikmati boIngatnus demografi yang terjadi di Indonesia dan juga berimplikasi ke dalam birokrasi. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah ASN milenial setiap tahun pada perekrutan CPNS. 

Saat ini lingkungan kerja di Indonesia sebagian besar terdiri dari tiga generasi. Generasi tersebut adalah Generasi Baby Boomers, dan Generasi X ditambah dengan Generasi Y atau yang biasa disebut generasi milenial telah memasuki dunia kerja.

"ASN milenial, yang kelahirannya diantara tahun 1981 sampai  tahun 1999, walau berusia muda namun tetap terikat dengan sumpah dan janji yang diucapkan ketika diangkat menjadi ASN atau pada saat disumpah untuk memegang jabatan tertentu,” ujarnya.

Protani 

Kementerian Pertanian  melalui Inspektorat Jenderal, telah dan terus dilakukan Pembinaan Tekad Antikorupsi mencetak Tunas-Tunas Integritas mencegah pungli melalui kegiatan Repro Tunas Integritas: Pungli Stop pada Program dan Pelayanan Pertanian atau “Protani”. 

Melalui "Protani" akan terbentuk tunas-tunas integritas yang memiliki etos kerja dan semangat gotong royong yang tinggi, memberikan kualitas pelayanan profesional, integritas dan bersih kepada masyarakat dan terbentuk Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK/WBBM) demi mewujudkan lumbung pangan dunia 2045.

Upaya memperkenalkan semangat “Protani” kepada ASN Milenial di Kementerian Pertanian sangat perlu dilakukan. Hal yang perlu dilakukan yaitu melalui edukasi, penyampaian informasi serta inspirasi, untuk mengajak peran serta ASN Milenial Kementan untuk bersama membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

 Hal ini dikarenakan birokrasi perlu sentuhan inovasi dan terobosan baru ASN Milenial yang memiliki kualitas, karakter dan mentalitas serta kemampuan melakukan perubahan secara cepat. Untuk menghadapi tantangan dalam persaingan global tersebut, ASN milenial dituntut tidak sekedar menjalankan tugas rutin semata atau business as usual, namun dituntut menggunakan cara-cara cerdas (smart power) dalam pelaksanaan tugas pada lingkungan birokrasi. 

Cara-cara cerdas tersebut dengan pemanfaatan teknologi dalam upaya meningkatkan kompetensi, baik pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan perilaku, sehingga mampu memperbaiki birokrasi ke arah yang lebih baik.

Untuk itu, kegiatan ini juga menggandeng para ASN milenial Kementan di wilayah Bandung-Lembang yang hadir secara luring yaitu pada Balitsa, BPTP Jawa Barat, BIB Lembang, BBPP Lembang, dan Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Bandung. ASN Milenial Kementan untuk terus meningkatkan kapasitas pribadi untuk menunjang kemajuan pertanian Indonesia.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018