Kamis, 22 Januari 2026


Bukan Elite, Bukan Konglomerat, Prabowo Sebut Petani Penjaga Sejati RI

07 Jan 2026, 14:14 WIBEditor : Gesha

Prabowo menegaskan, petani adalah benteng utama Republik. Dari dapur rakyat hingga medan perjuangan, merekalah penjaga sejati Indonesia.

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang -- Prabowo menegaskan, petani adalah benteng utama Republik. Dari dapur rakyat hingga medan perjuangan, merekalah penjaga sejati Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan tegas soal siapa sebenarnya tulang punggung negeri ini. Bukan elite politik, bukan pula para pemilik modal besar. Menurut Prabowo, penjaga paling setia Republik Indonesia justru datang dari sawah dan ladang yaitu para petani.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Di tengah euforia keberhasilan produksi beras nasional, Prabowo mengajak publik mengingat peran petani yang kerap luput dari sorotan. Ia menyinggung kembali masa-masa awal kemerdekaan, ketika negara ini masih serba terbatas.

Anggaran belum ada, sistem pajak belum berjalan, bahkan struktur pemerintahan pun belum sepenuhnya terbentuk. Namun perjuangan tetap hidup karena ada rakyat yang menopang dari bawah. “Yang memberi makan para pejuang, yang menjaga mereka tetap kuat, itu petani,” ujar Prabowo.

Menurutnya, tanpa kontribusi petani, sejarah kemerdekaan Indonesia mungkin tak pernah sampai ke titik sekarang. Kesetiaan mereka, kata Prabowo, bukan lahir dari kepentingan atau keuntungan, melainkan dari rasa cinta terhadap tanah dan negeri yang mereka pijak setiap hari.

Prabowo juga membagikan kenangan pribadinya saat menjadi prajurit muda puluhan tahun silam. Saat latihan di desa-desa, ia merasakan langsung bagaimana warga, yang sebagian besar petani menyambut tentara dengan ketulusan. Rumah sederhana, fasilitas terbatas, tapi hati mereka lapang.

“Mereka keluar rumah, menyuguhkan apa yang ada. Teh hangat, singkong, pisang. Padahal hidup mereka sendiri tidak mudah,” tuturnya. 

Pengalaman itu, menurut Prabowo, membentuk keyakinannya hingga kini bahwa petani adalah kelompok paling loyal terhadap negara..Loyal tanpa pamrih, setia tanpa sorotan kamera.

Ia pun menyayangkan kondisi petani dan nelayan yang selama puluhan tahun dinilainya belum mendapat penghargaan setimpal.

Di balik peran besar menjaga kedaulatan pangan dan menopang bangsa, perhatian negara sering kali datang terlambat. “Petani dan nelayan kita terlalu lama berdiri di barisan belakang,” kata Prabowo.

Keberhasilan swasembada pangan, lanjutnya, harus menjadi momentum perubahan. Bukan hanya kebanggaan nasional, tetapi juga penanda bahwa negara mulai memberi tempat yang layak bagi mereka yang bekerja sejak subuh hingga senja.

Sebagai bentuk penghormatan, Prabowo bahkan melakukan gestur yang tak biasa. Ia turun dari podium dan memberi hormat kepada para petani dan pemangku kepentingan pertanian yang hadir. Sebuah simbol sederhana, namun sarat makna.

Sorak pun menggema. Seruan “Merdeka” bersahutan, disusul dukungan untuk petani dan harapan akan Indonesia yang lebih sejahtera. Bagi Prabowo, republik ini tak hanya dijaga dari ruang rapat atau gedung tinggi.

Namun dijaga setiap hari oleh tangan-tangan kasar yang setia mengolah tanah. Dari sanalah, kata dia, merah putih berdiri paling kokoh.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018