Kamis, 22 Januari 2026


Prabowo Gaspol Swasembada Pangan 1 Tahun, Mentan Amran Ngaku Kena Asam Lambung

07 Jan 2026, 14:45 WIBEditor : Gesha

Presiden Prabowo tancap gas kejar swasembada pangan hanya dalam setahun. Target supercepat itu diakui Mentan Amran bikin vertigo hingga asam lambung, tapi beras nasional akhirnya aman.

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang -- Presiden Prabowo tancap gas kejar swasembada pangan hanya dalam setahun. Target supercepat itu diakui Mentan Amran bikin vertigo hingga asam lambung, tapi beras nasional akhirnya aman.

Percepatan swasembada pangan yang digeber Presiden Prabowo Subianto ternyata bukan cuma menguras tenaga, tapi juga berdampak ke kesehatan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku sempat mengalami vertigo hingga asam lambung setelah target swasembada pangan dipangkas drastis dari empat tahun menjadi satu tahun.

Pengakuan itu disampaikan Amran saat memberikan sambutan dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Dengan nada berseloroh, Amran menceritakan dinamika target yang terus berubah seiring instruksi Presiden.

“Awalnya bapak janji empat tahun, lalu berubah tiga tahun, kemudian satu tahun. Di saat jadi satu tahun, alhamdulillah kami vertigo, kami asam lambung,” kata Amran, disambut tawa hadirin.

Meski demikian, Amran menyebut kondisi tersebut kini mulai membaik. Ia menegaskan capaian swasembada pangan bukan hasil kerja Kementerian Pertanian semata, melainkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.

Menurut Amran, tanpa dukungan banyak pihak, mustahil target ambisius Presiden bisa tercapai dalam waktu singkat. Ia menekankan bahwa kerja kolektif menjadi kunci utama keberhasilan Indonesia menghentikan ketergantungan impor beras.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto memberikan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama kepada Andi Amran Sulaiman. Penghargaan itu diberikan atas jasanya dalam mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional tahun 2025.

Penganugerahan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 1 dan 2 TK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalencana Wira Karya.

Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah yang terlibat dalam program swasembada pangan. Ia juga meminta para menteri dan pejabat terkait untuk terus bekerja sepenuh hati demi kepentingan rakyat.

“Saya percaya setelah ini kita tidak akan bisa diberhentikan,” ujar Prabowo.

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memaparkan indikator keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebut ada tiga penanda utama.

Pertama, Indonesia tidak lagi melakukan impor beras. Kedua, produksi beras nasional jauh melampaui tingkat konsumsi. Ketiga, stok beras yang dikelola Perum Bulog berada pada level aman dan tinggi.

“Tahun ini kita tidak impor beras. Produksi kita lebih besar dari konsumsi, dan stok Bulog relatif tinggi, lebih dari 3 juta ton,” kata Ketut dalam keterangan resmi.

Data Bapanas menunjukkan, pada 2025 produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton, sementara konsumsi berada di angka 31,19 juta ton. Dengan selisih tersebut, Indonesia mencatat surplus sekitar 3 juta ton beras.

Surplus itu turut mendongkrak stok beras nasional di awal 2026 hingga mencapai 12,529 juta ton, termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Perum Bulog sebesar 3,248 juta ton.

Surplus itu turut mendongkrak stok beras nasional di awal 2026 hingga mencapai 12,529 juta ton, termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Perum Bulog sebesar 3,248 juta ton.

Capaian ini menegaskan ambisi Presiden Prabowo untuk mendorong kemandirian pangan dalam tempo singkat. 

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018