Kamis, 22 Januari 2026


Mentan Amran Lawan Mafia Pangan, 192 Pejabat Dicopot, Kerugian Negara Fantastis Terkuak

08 Jan 2026, 09:14 WIBEditor : Gesha

Mentan Amran Sulaiman copot 192 pejabat Kementan terkait kecurangan pangan yang merugikan negara hingga Rp99 triliun, langkah tegas demi keadilan petani dan swasembada pangan nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Mentan Amran Sulaiman copot 192 pejabat Kementan terkait kecurangan pangan yang merugikan negara hingga Rp99 triliun, langkah tegas demi keadilan petani dan swasembada pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot 192 pejabat internal Kementerian Pertanian (Kementan) karena terbukti melakukan kecurangan yang merugikan sektor pertanian dan konsumen.

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan birokrasi pertanian bersih, profesional, dan berpihak pada petani serta ketahanan pangan nasional.

“Kami copot dari Kementan luar dan dalam. Dari dalam Kementerian Pertanian ada 192 pejabat yang kami copot, ada yang kami pecat, ada yang masuk penjara,” kata Amran, Kamis (8/1/2026).

Amran menjelaskan, Kementan bekerja sama dengan Satgas Pangan, Kepolisian, dan Kejaksaan dalam mengungkap berbagai kasus kecurangan pangan sepanjang 2025.

Dari proses penyelidikan, 76 tersangka telah ditetapkan. Mereka terbukti melakukan penjualan beras tidak sesuai mutu, manipulasi harga, serta pelanggaran ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kementan mencatat praktik curang ini menyebabkan kerugian konsumen yang ditaksir mencapai Rp99 triliun. Penindakan tegas diperlukan untuk menjaga keadilan pasar pangan,” lanjut Amran.

Pencopotan pejabat ini menjadi bagian dari langkah tegas pemerintah melawan mafia pangan, spekulan, dan praktik yang merusak ekosistem pertanian.

Kementan menegaskan, penertiban akan terus dilakukan agar distribusi pupuk tepat sasaran, harga pangan terkendali, dan petani memperoleh keadilan.

Selain penindakan internal, Kementan juga telah membentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian untuk memperkuat sistem pertanian berbasis teknologi dan efisiensi distribusi pangan di seluruh provinsi.

Amran menekankan, upaya ini mendukung target swasembada pangan nasional dan memastikan sektor pertanian berjalan transparan dan profesional.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018