Wednesday, 21 October 2026


HKTI Genap 53 Tahun, Sudaryono Ungkap Misi Besar Demi Kedaulatan Pangan

27 Apr 2026, 12:02 WIBEditor : Gesha

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) per 27 April 2026 ini genap 53 tahun, Ketua Umum HKTI Sudaryono ungkap misi besar memperkuat peran petani demi kedaulatan pangan dan masa depan pertanian Indonesia.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) per 27 April 2026 ini genap 53 tahun, Ketua Umum HKTI Sudaryono ungkap misi besar memperkuat peran petani demi kedaulatan pangan dan masa depan pertanian Indonesia.

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) genap berusia 53 tahun pada 27 April 2026. 

Momentum tersebut diperingati melalui sarasehan yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian RI, Jakarta, Senin (27/4/2026), dengan dihadiri ratusan pengurus HKTI dari berbagai daerah, akademisi, kelompok tani, hingga perwakilan kementerian dan lembaga.

Ketua Umum HKTI Sudaryono menegaskan usia organisasi yang telah melewati berbagai generasi menunjukkan eksistensi dan relevansi HKTI di tengah dinamika sektor pertanian nasional. 

Ia menyebut HKTI bukan sekadar organisasi, melainkan wadah yang terus dibutuhkan dalam memperjuangkan kepentingan petani.

“HKTI telah mengarungi perjalanan panjang lintas generasi. Ini membuktikan bahwa eksistensi itu penting dan organisasi ini masih sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Sudaryono dalam sambutannya.

Sudaryono menekankan, HKTI akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kedaulatan pangan nasional. 

Ia juga menyebut HKTI berfungsi sebagai penghubung antara petani dan kebijakan negara, termasuk dalam pengawalan distribusi pupuk, stabilitas harga, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian.

Dalam kesempatan itu, Sudaryono juga menyoroti pentingnya konsolidasi organisasi agar HKTI tidak terpecah dan dapat bergerak lebih solid ke depan. 

Ia berharap HKTI semakin aktif dalam forum internasional, termasuk kerja sama dengan lembaga seperti FAO.

“HKTI harus menjadi bagian dari pembangunan pertanian Indonesia ke depan, tidak hanya sebagai mitra nasional, tetapi juga mitra strategis dalam percaturan pertanian global,” katanya.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. 

Dalam paparannya, Rachmat menekankan pentingnya sektor pertanian sebagai fondasi pembangunan jangka panjang Indonesia, bahkan sejak era perencanaan pembangunan nasional beberapa dekade lalu.

Ia menyebut bahwa sektor pertanian konsisten menjadi prioritas dalam berbagai fase pembangunan Indonesia, dan ke depan harus kembali diposisikan sebagai model pembangunan yang mampu menjadi rujukan dunia.

“Indonesia perlu kembali menjadi model pembangunan pertanian, tidak hanya di kawasan Asia Pasifik, tetapi juga di tingkat global,” ujar Rachmat Pambudy.

Rachmat juga menegaskan bahwa HKTI memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda besar tersebut, terutama dalam menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil petani di lapangan.

Selain itu, hadir pula sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanegara, Kepala Badan Gizi Nasional, Kepala BRIN, serta para wakil menteri dari berbagai kementerian seperti Kementerian Desa, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kehadiran Badan Gizi Nasional juga menjadi sorotan dalam forum tersebut, mengingat lembaga itu kini berperan dalam program pemenuhan gizi nasional yang berkaitan erat dengan sektor pertanian dan rantai pasok pangan.

Dalam konteks tersebut, HKTI juga disebut memiliki peran sebagai “mata dan telinga” pemerintah di lapangan. 

Organisasi ini diharapkan mampu menyampaikan kondisi riil petani, mulai dari persoalan produksi hingga distribusi hasil pertanian, agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran.

Sarasehan HUT ke-53 HKTI ini juga menjadi ajang konsolidasi organisasi antara pengurus pusat dan daerah, serta memperkuat sinergi dengan akademisi dan pelaku usaha tani. 

Acara berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan diisi dengan diskusi serta penyampaian arah kebijakan organisasi ke depan.

Dengan usia lebih dari setengah abad, HKTI menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam memperjuangkan kesejahteraan petani dan mendukung visi besar kedaulatan pangan Indonesia di masa mendatang.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018