Sabtu, 17 Agustus 2019


Wujudkan Kesejahteraan Petani, Kementan Bantu Rp 37,7 Milyar untuk Karawang

26 Mar 2019, 17:31 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian memberikan bantuan berupa kambing untuk membantu santri dan keluarga petani bangkit dan sejahtera | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang --- Peningkatan produksi pertanian tentunya harus berorientasi pada meningkatnya kesejahteraan petani. Karenanya, Kementerian Pertanian terus membantu daerah sentra dengan beragam bantuan produktif. Kali ini giliran Kabupaten Karawang yang dibantu dengan anggaran Rp 37,7 Milyar.

Bantuan tersebut terdiri dari alat mesin pertanian, benih kelapa 50 truk yakni 5.000 batang, benih cabai rawit, cabai keriting, mangga, jagung manis, padi inbrida, domba serta ayam 400 ribu ekor plus kandang, obat-obatan dan pakan gratis selama enam bulan. Kementan pun memberikan bantuan pengembangan kawasan rumah pangan lestari.

Beragam bantuan tersebut diserahkan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya di Desa Pacing, Kecamatan Jati Sari, Karawang, Selasa (26/3). 

Selama seminggu terakhir, Menteri Amran memang tengah melakukan roadshow Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementan tahun 2019 di Jawa Barat. 

Rangkaian ini dilakukan guna meningkatkan produksi melalui penerapan pertanian modern sehingga Indonesia menjadi lumbung pangan dunia sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Menteri Amran menuturkan bantuan Kementan ke Karawang selama 4,5 tahun terakhir mencapai Rp 527 miliar dan alat mesin pertanian sebanyak 1.240 unit. Bantuan pun kembali disalurkan saat ini secara langsung kepada petani.

Pemerintah terus mewujudkan swasembada pangan dan bahkan melakukan ekspor. Tercatat, peningkatan ekspor mencapai 29 persen, PDB pertanian dari Rp 900 triliun di tahun 2014 meningkat menjadi Rp 1.400 triliun di tahun 2018. 

"Ke depan kami ingin percepat bantuan khususnya yang ada di bawah garis kemiskinan. Kami berikan bantuan ayam 50 ekor per rumah tangga pakannya gratis, vaksinnya juga gratis selama enam bulan atau sampai bertelur," ujarnya.

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengaku kemajuan dan bahkan Karawang hingga saat ini tetap menjadi lumbung beras berkat dukungan Kementan yang telah memberikan banyak bantuan dan pendampingan. 

"Setiap tahunnya Kementan berikan bantuan mencapai Rp 500 miliar. Dan hari ini sebanyak Rp 37,7 miliar untuk sejahteraan masyarakat petani Karawang. Kami sangat senang untuk itu atas nama perintah daerah dan masyarakat, kami mengapresiasi kunjungan Bapak Menteri Amran," ujar Teh Celli.

Lumbung Pangan

Kabupaten Karawang selama ini dikenal menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Barat, salah satunya beras. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berusaha untuk tetap mempertahankan statusnya.

"Pemerintah Kabupaten Karawang memiliki dua regulasi dalam mempertahankan Kawarang sebagai lumbung beras sekaligus meningkatkan pendapatan petani," bebernya.

Pertama, regulasi terkait lahan pangan berkelanjutan yang diseleraskan dengan regulasi tata ruang wilayah. Yakni sampai dengan 2030 alih fungsi lahan hanya bisa 10 ribu hektar dan 97 ribu hektar lahan pertanian abadi tersebut tidak bisa dialihfungsikan, sehingga ada kepastian bagi petani untuk tetap mempertahankan Karawang sebagi lumbung pangan di Jawa Barat. 

Kedua, regulasi terkait perlindungan petani. Salah satunya bantuan dari Kementan berupa asuransi pertanian.  "Dua regulasi inilah sebagai bentuk komitmen kami memajukan pertanian dan petani itu sendiri, sehingga Karawang terus menjadi lumbung padi di Jawa Barat dan pusat ketahanan beras nasional," terang dia.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018