Minggu, 14 April 2024


Indonesia Terlambat 20 Tahun dalam Produksi Minyak Makan Merah dibanding Malaysia

22 Mar 2024, 06:27 WIBEditor : Gesha

Deretan merek minyak makan merah dari Malaysia | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Menurut Indra Budi Susetyo, seorang peneliti di Pusat Riset Agroindustri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Minyak Makan Merah, yang dikenal sebagai M3, bukanlah produk baru dalam industri minyak sawit. Dia mengungkapkan bahwa minyak ini telah dipelajari dan diproduksi sejak 20 tahun yang lalu di Malaysia.

"Produk M3 sudah dikenal luas dan menjadi komoditi pokok disana. Bahkan Riset M3 di Indonesia sudah dipopulerkan oleh pakar dari IPB beberapa dekade yang lalu," sebutnya.

Beberapa merek terkenal yang memproduksi minyak goreng tanpa penyulingan ini antara lain Harvist Premium Red Palm Cooking Oil, Dr Norman Red Palm Oil, Carotino Red Palm Fruit Oil, Nutrolein Red Palm Oil, Sunno Unrefined Red Palm Fruit Oil, Elaiese Red Palm Fruit Oil, Iko Pure Premium Grade Red Palm Oil, dan MommyJ Premium Red Palm Fruit Oil.

Seperti namanya, M3 yang diproduksi memiliki warna merah cerah yang berbeda dari minyak goreng biasa yang biasanya jernih.

Menurut Indra, perbedaan warna ini bisa menjadi tantangan dalam pemasaran di Indonesia karena konsumen umumnya belum terbiasa dengan karakteristik tersebut.

Indra menjelaskan, warna merah cerah pada minyak M3 disebabkan oleh proses pengolahan tanpa bleaching seperti pada minyak goreng biasa.

Proses pengolahan yang berbeda ini mempertahankan warna cerah dan aroma yang khas dari biji sawit hingga tahap akhir produksi.

Meskipun tidak melalui bleaching, Indra mengungkapkan bahwa kandungan nutrisi dalam minyak makan merah lebih tinggi daripada produk konvensional.

Bahkan, minyak ini masih mempertahankan senyawa fitonutrien seperti sumber vitamin A, tokoferol dan tokotrienol sebagai vitamin E, serta squalene.

"Ini menjadi pembeda dari minyak goreng biasa. Soalnya minyak yang kita konsumsi sekarang sudah kehilangan sumber vitamin A karena proses pengolahan. Lalu pada tahap akhir baru ditambahkan lagi," kata Indra.

Sementara itu, Menurut Prof. Nuri Andarwulan, Guru Besar IPB University, produk minyak sawit merah seperti Carotino telah dipasarkan sejak tahun 1994. Di Malaysia, terdapat lebih dari 10 merek minyak sawit merah.

“Produk yang dihasilkan Malaysia sangat baik. Jika Indonesia ingin memproduksi minyak sawit merah atau minyak makan merah, maka Malaysia menjadi kompetitor utama,” jelasnya.

Negara lain yang telah menghasilkan minyak makan merah adalah Ekuador, Afrika, dan Amerika Serikat.

“Bahkan negara seperti Afrika telah menjadi pengguna minyak sawit merah lebih lama dari kita,” jelasnya.

Sementara di Indonesia, beberapa produk minyak sawit merah yang telah beredar antara lain Salmira, D’Borneo, dan Virgin Red Palm Oil.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018