
Produk UMKM berbahan baku singkong
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--Ada tiga strategi pemerintah mendorong diversifikasi pangan lokal, termasuk meningkatkan konsumsi singkong. Pertama, peningkatan produksi. Saat ini produksi singkong mencapa 19-20 juta ton/tahun dengan luas areal mencapai 800.000 ha. Sentra produksi utama adalah Provinsi Lampung, diikuti Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.
Peningkatan produksi ini juga ditunjang pemanfaatan Rumah Pangan Lestari (RPL), yakni dengan memaksimalkan pekarangan atau halaman rumah yang tidak terpakai untuk ditanami tanaman singkong. “Tujuan akhir memperkuat ketahanan pangan lokal,” kata Kepala Pusat Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Yasid Taufik.
Kedua, promosi yang bersifat formal dan informal. Promosi formal melalui penerbitan peraturan gubernur, bupati/walikota. Sedangkan informal dilakukan melalui media sosial. “Promosi secara massif dan terus menerus di berbagai media perlu dilakukan untuk mengubah mindset masyarakat bahwa singkong bukan lagi makanan inferior,” katanya.
Strategi ketiga, lanjut Yazid, memperbaiki akses masyarakat terhadap pangan lokal utamanya yang berbasis singkong. Misalnya melalui penguatan UMKM pangan lokal, pembiayaan melalui program KUR dan penguatan branding produk olahan.
UMKM Berbasis Singkong
Yasid mengatakan, peningkatan konsumsi masyarakat sangat dimungkinkan dengan model olahan singkong yang lebih beragam. Selain memudahkan masyarakat memperolehnya, juga akan mendorong berkembangnya UMKM olahan tersebut.
“Saat ini sudah ada yang mengolah menjadi produk jadi siap santap seperti gethuk, pastel dan gatot. Ada juga menjadi produk intermediate seperti mie, beras singkong, tiwul dan tepung singkong atau mocaf,” katanya.
Bahkan sekarang banyak UMKM yang sudah membuat produk olahan frozen foods yang praktis dan dikemas secara menarik bagi kaum milenial. Model olahan praktis ini, hanya membutuhkan pemanasan sebentar sebelum dikonsumsi.
Menurutnya, ada banyak kegiatan dalam mendorong UMKM olahan singkong meningkatkan skala usaha produksinya. Diantaranya, peningkatan aksesibilitas, dengan mendirikan 12 Gerai Pangan Lokal (GPL) di 8 kabupaten/kota. Diantaranya, di Jakarta, Bogor, Bekasi, Surakarta, Kediri, Makasar, Tangsel dan Medan.
Kegiatan promosi produk juga dilakukan di gerai BPATP. Sedangkan untuk membantu penjualan, kata Yazid, pemerintah menggandeng marketplace Bukalapak serta membuat dan mengembangkan marketplace panganlokal.id. “Kami juga kampanyekan melalui medsos dengan menggunakan platform twitter, facebook dan instagram,” ujarnya.
Pemerintah juga memberikan fasilitasi penguatan UMKM. Misalnya, dengan memberikan bantuan alat pengolahan, pendampingan serta akses permodalan melalui skema KUR. Peningkatan skill UMKM juga dilakukan dengan menggelar pelatihan produksi, pengemasan yang menarik dan promosi.
“Saat ini, banyak UMKM olahan singkong yang sudah eksis, dan mencatatkan penjualan yang cukup baik. Antara lain, Gethuk Take, UMKM Tiwul Cahaya, Djawa Mie, UMKM Putri 21, KWT Sinar Tani dan beberapa lainnya,” tuturnya.