Thursday, 12 February 2026


Ngumpul Bareng Jatam, Petani Cilacap Antusias Belajar Pertanian Organik

16 Aug 2025, 10:48 WIBEditor : Herman

Jatam Ajarkan Petani Cilacap Membuat POC dan Pestisida Alami

TABLOIDSINARTANI.COM, Cilacap – Belasan petani dari Dusun Sumbersari, Desa Padangsari, Kecamatan Majenang, mengikuti sosialisasi sekaligus praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan pengendalian hama penyakit tanaman berbahan alami.

Kegiatan ini berlangsung dalam agenda Ngumpul Bareng Nambah Ilmu Bersama Jatam Cilacap (NGUMBAR MBAHMU) beberapa waktu lalu. 

Dalam pelatihan tersebut, para petani diajak langsung mencoba membuat POC dari jantung pisang. Caranya cukup sederhana. 

Dimulai dari jantung pisang dipotong kecil, diremas, lalu dicampur gula dan disimpan dalam wadah tertutup.

Setelah difermentasi selama sepekan, cairannya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pertumbuhan akar tanaman karena kaya unsur hara makro dan mikro.

Selain itu, peserta juga mempraktikkan pembuatan pestisida nabati.

Bahan yang digunakan antara lain daun Sri Rejeki, buah bintaro, dan umbi gadung yang dicampur air kelapa lalu difermentasi. 

Ramuan ini dipercaya mampu membantu mengendalikan serangan hama secara alami.

Sekretaris Jatam Majenang, Anjar Yogi Pamungkas, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mendorong petani beralih ke pertanian organik.

 “Kembali ke pertanian yang sehat dengan menggunakan POC dan pengendalian hama alami. Insya Allah akan ada pendampingan agar petani lebih percaya diri dalam mengaplikasikan hasil pelatihan ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jatam Daerah, Sugeng Supriyanto. 

Menurutnya, Jatam Cabang Majenang siap memfasilitasi berbagai pelatihan sesuai kebutuhan, baik di bidang pertanian, peternakan, maupun perikanan.

Sementara itu, Ketua Inovasi Jatam Daerah, Fajar Arifin, menekankan pentingnya perubahan pola pikir petani.

 “Ilmu ini akan bermanfaat jika dipraktikkan. Kita ingin masyarakat terbiasa membuat pupuk dan pestisida organik sendiri, sehingga biaya lebih murah dan hasilnya sehat,” katanya.

Kepala Desa Padangsari, Mahruri, yang juga hadir sebagai peserta, menyambut baik kegiatan ini. 

Ia menilai pupuk organik bisa menjadi solusi untuk menekan biaya produksi sekaligus menjaga kesehatan hasil panen.

 “Hasil panen padi organik lebih sehat, dan biaya produksinya jauh lebih murah karena bahan-bahannya mudah didapat di sekitar kita,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Majenang Imam Fauzi.

Ia menegaskan pihaknya akan terus memfasilitasi kegiatan Jatam agar sosialisasi semacam ini bisa menjangkau lebih banyak desa.

“Tujuan utama kita adalah menyehatkan masyarakat melalui pertanian organik dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” paparnya.

Reporter : Wasis
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018