Rabu, 14 Januari 2026


70 Brigade Pangan Kaltim Turun Lapangan, Produksi Padi Bisa 2 Kali Lipat

08 Jan 2026, 09:48 WIBEditor : Gesha

Kementan turunkan 70 Brigade Pangan di Kaltim, kombinasikan petani muda dan mesin modern, targetkan produksi padi naik dua kali lipat tahun ini.

TABLOIDSINARTANI.COM, Samarinda -- Kementan turunkan 70 Brigade Pangan di Kaltim, kombinasikan petani muda dan mesin modern, targetkan produksi padi naik dua kali lipat tahun ini.

Kementerian Pertanian (Kementan) menurunkan 70 Brigade Pangan di Kalimantan Timur sebagai strategi utama untuk meningkatkan produksi padi dan mewujudkan swasembada pangan di wilayah ini.

Program ini diyakini mampu menggandakan hasil panen sekaligus memperkuat regenerasi petani lokal.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kaltim, Ahmad Hamdan, mengatakan fokus brigade tertuju pada lima kabupaten penyangga utama yaitu Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Berau, dan Kutai Timur.

Wilayah ini dipilih karena memiliki potensi lahan produktif yang cukup besar untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

“Seluruh percepatan produksi pangan ini bermuara pada pembentukan Brigade Pangan yang dirancang sebagai pusat operasional pertanian modern di tingkat tapak,” ujar Hamdan, Rabu (7/1/2026).

Setiap Brigade Pangan dibentuk untuk mendampingi petani secara menyeluruh, mulai dari pengolahan lahan, penyediaan sarana produksi, hingga pemasaran hasil panen agar lebih menguntungkan.

Satu brigade diawaki 15 petani milenial yang diseleksi khusus untuk mendorong regenerasi dan penerapan teknologi modern di desa masing-masing.

“Satu tim Brigade Pangan ditargetkan mampu mengelola lahan 150–200 hektare dengan manajemen lebih terstruktur dan berorientasi pada peningkatan hasil,” jelas Hamdan.

Petani muda ini bekerja sama dengan kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) setempat untuk memastikan sinergi dan kelancaran program di lapangan.

Selain itu, Kementan menyalurkan alat dan mesin pertanian modern, mulai dari traktor roda empat, traktor tangan, hingga combine harvester, serta menyediakan fasilitas penggilingan padi modern.

Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas beras sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi di pasaran.

Optimasi Lahan Rawa

Hamdan menekankan program optimalisasi lahan rawa sebagai salah satu kunci peningkatan produksi.

Hasilnya, produktivitas padi meningkat dari sekitar 2 ton per hektare menjadi 4–5 ton per hektare.

Keberhasilan ini didukung oleh pembangunan sawah baru, perbaikan saluran irigasi tersier, dan rehabilitasi jaringan irigasi yang sebelumnya rusak.

“Peningkatan produktivitas ini menunjukkan bahwa kombinasi teknologi modern dan pendampingan intensif dapat menggandakan hasil panen padi di Kaltim,” kata Hamdan.

Program 70 Brigade Pangan Kaltim menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dan modernisasi pertanian dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di desa.

Dengan strategi ini, petani lokal tidak hanya memperoleh hasil panen lebih besar, tetapi juga mendapatkan keterampilan baru dan akses pasar yang lebih luas.

Dengan produktivitas yang meningkat dua kali lipat, pemerintah berharap Kalimantan Timur dapat menjadi lumbung pangan nasional sekaligus mendukung swasembada beras Indonesia.

Pendekatan brigade berbasis teknologi dan petani muda ini diharapkan bisa direplikasi ke wilayah lain, menghadirkan pertanian yang lebih modern, efisien, dan menguntungkan bagi masyarakat desa.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018