Friday, 07 May 2021


Di Norwegia, Bukari Buka Resto dan Puasa Ramadhan Hanya 3 Jam

03 May 2021, 13:07 WIBEditor : Ahmad Soim

Bukari dan usaha restonya di Norwegia | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh -- Pria (56) asal Aceh ini, sempat wirausaha pembenihan udang di kampungnya. Usahanya bangkrut. Ia pun merantau ke Malaysia dan akhirnya menjadi warga negara Norwegia.

Ir Bukari namanya. Ia lahir di desa kecil Pasilhok, Kecamatan Kembang Tanjung, Pidie 56 tahun lalu, menikah 1995 dengan gadis pilihannya yang berasal dari kampung. Kini anak sulungnya kuliah di Norway  dan yang satunya lagi di London.

Sekarang dia berwirawasta punya restoran sendiri di Norwegia, selain ada menu makanan Asia, Eropa dan Timur Tengah juga tersedia nudler Aceh, nasi goreng dan sate", ujarnya.

Setelah menamatkan sarjana di Fakultas Perikanan Jurusan Budidaya Perairan di Universitas Abuyatama Banda Aceh tahun 1991, Dia bekerja untuk memperdalam ilmunya sebagai tehnisi bidang Hatchery di Pasilhok (milik sendiri) dan Trienggadeng khusus bidang pembenihan Udang windu, yang kala itu sebagai primadona dalam sektor perikanan.

Kran ekspor waktu itu lanjutnya, terbuka luas untuk mancanegara bahkan hingga ke Jepang. "Dengan keuntungan yang sangat menggiurkan", timpalnya.

Setelah beberapa tahun menggeluti bisnis di sektor perikanan khususnya (komoditi udang), pada akhir tahun 1999 usahanya ambruk, hancur dan terpuruk akibat terjadi resesi ekonomi yang berimbas anjloknya harga benih dan udang. "Dia memutuskan hijrah dan bekerja ke negeri jiran Malaysia" tandasnya.

Hanya dua tahun betah bekerja, selanjutnya tahun 2001, dia pun terbang ke negara Norwegia untuk pindah dan menjadi penduduk negara tersebut. Norwegia katanya, adalah negara kecil di belahan kutup utara dengan suhu di musim dingin (winter) bisa mencapai minus 50 derjat celcius. 

BACA JUGA:

Uniknya ketika 20 tahun lalu datang ke Norwegia, puasanya terjadi di musim dingin. Seperti diketahui musim dingin lebih banyak malam dengan siang. "Waktu itu dirinya merasa aneh karena belum pernah menjalani ibadah puasa hanya 3 sampai 4 jam", gumamnya. Namun sekarang, lanjutnya, puasanya di musim summer, siangnya lebih lama, sehingga harus berpuasa sampai 18 jam lebih.

Keaadan alamnya terhampar ladang luas yang terdiri gundukan bebatuan dan juga ladang untuk ternak sapi yang ditanami rumput hijau serta pegunungan dan danau, keindahan panorama hayati yang sangat mengagumkan.

Kendati ladangnya bebatuan, namun rakyatnya hidup makmur dan tergolong deretan bangsa yang bahagia. 

Pasalnya, dengan hasil minyak dan gasnya yang melimpah ruah serta kepatuhan rakyatnya membayar pajak sampai 30 persen pajak perorangan dalam artian seseorang yang mendapat pekerjaan harus membayar pajak dalam jumlah tersebut yang dibayar langsung dan boleh juga dipotong langsung oleh majikannya.

Rata rata rakyat Norway berlatar belakang pendidikan tinggi dan hampir tidak ada yang buta huruf. Kedisiplinan rakyatnya sangat berkualitas sehingga Norwegia pantas menduduki rangking tertinggi baik bidang politik juga termasuk negra pendonor terbesar di dunia.

Prospek sektor perikanan di Norwegia merupakan salah satu negara pengeksport ikan tertinggi khususnya hasil pembudidayaan di keramba. "Ikan yang dibudidaya dalam karamba seperti ikan Salmon, ikan  Sebelah dan ikan - ikan lainnya", bebernya.

Budidaya ikan dalam keramba dilakukan  secara intensif dan profesinal dengan hasil panen puluhan ribu  ton ikan segar. 

Umumnya budidaya ikan sambungnya dilakukan oleh perusahaan bukan  perorangan atau perikanan rakyat. Dengan cara ini bisa mengahasikan devisa negara yang cukup tinggi. Selain kelestarian  lingkunngan dapat terjaga juga hasilnya dapat di ekspor ke mancanegara.

Untuk kesejahteraan, rakyat Norway dikenal patuh terhadap hukum dan undang - undang yang dibuat pemerintah. Pendapatan negara diperoleh selain dari  hasil minyak, gas juga bersumber dari pajak.  Pada sisi lain pemerintahan Norwegia dapat dikatakan terbebas korupsi, karena memiliki motto; setiap warga harus ada atap tempat berteduh dan juga mendapatkan makanan yang cukup untuk kelangsungan hidup masyarakatnya.

Melalui program sosialisnya, semua warga mendapat bayaran, baik kebutuhan hidup dan untuk bayar sewa rumah serta biaya bulanan lainnya. Walaupun tidak bekerja, bagi yang sakit permanen diberikan biaya hidup yang sama dengan gaji pensiunan sepanjang hidup.

Bagi mereka yang bekerja, apabila kehilangan pekerjaan akan diberikan pemerintah melalui kantor tenaga kerja 80 persen dari gajinya, sampai dia mendapatkan pekerjaan baru. Sedangkan seluruh warganya akan dibayar pensiun untuk menjamin hari tua.

Dengan gaji yang relatif tinggi, rakyat Nowegia dapat melakukan perjalanan keliling dunia atau vacation saat musim panas (summer) tiba. Dengan biaya pajak yang tinggi itu pula, semua kemudahan disalurkan kepada seluruh rakyatnya.  Apabila seseorang sakit kronis atau operasi yang mengahabiskan dana dalam jumlah banyak misalnya, pemerintah akan membayar dan anehnya biaya hidup keluarganya pun ditanggung.

Saat hari libur, penduduk Norwegia biasanya pergi ke villa villa di pegunungan dan ada juga memancing ikan Salmon merah dan Salmon putih di danau. Sedangkan kalau ditepi laut banyak terdapat makkerel, ikan sebelah, salmon dan kepiting.

Hatinya terus menggelora teriris rasa rindu yang mendalam terhadap suasana hiruk pikuk puasa dengan segala makanan khas Aceh. Lidahnya yang sudah terbiasa dengan asam sunti dan terasi khas Aceh, tatkala butuh masih bisa ditemukan walaupun harus diimport dari negara Thailand.

 

 === 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018