Minggu, 20 Oktober 2019


Mantap, Sosok Baru Petani Petani Indonesia Alumni IPB

10 Sep 2019, 21:10 WIBEditor : Ahmad Soim

Kementerian Pertanian takjub pada sosok petani muda alumni IPB | Sumber Foto:Ahmad Soim

Sepuluh persen saja lanjut Prof Dedi Nursyamsi petani Indonesia seperti ini, lumbung pangan dunia bukanlah mimpi.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Tiga orang alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menampilkan sosoknya yang menakjubkan Kementerian Pertanian dalam acara Focus Group Discussion (FGD) tentang Penyuluhan Pertanian pada Era Industri 4.0 yang diadakan Kementerian Pertanian di Bogor (10/9).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian Prof Dedi Nursyamsi pun takjub. “Murid muridnya pak Prof Sumardjo ini luar biasa. Mereka petani muda, tak terlihat kotor. Dia orang yang menciptakan pekerjaan. Tolong tularkan ini ke seluruh Indonesia,” komentar Dedi Nursyamsi.

Sepuluh persen saja lanjut Prof Dedi Nursyamsi petani Indonesia seperti ini, lumbung pangan dunia bukanlah mimpi. Tiga alumni IPB itu adalah Agus Ali Nurdin. Ia lulusan D3 IPB Angkatan 39 Tekologi Benih, lalu ikut magang ke Jepang  program Kementan, lalu kuliah S1 Agronomi IPB. Alumni Program Ikatan Magang Jepang (Ikamaja) ini membangun Okiagaru Mart yang kini memasok produk sayuran ke restauran Jepang di Indonesia.

 “Sekarang kita sudah memasok ke swalayan dan restaurant Jepang yang ada di Indonesia.  Lalu nanti kedepannya kita akan membangun Okiagaru Mart,” kata alumni IPB tahun 2012 yang merekrut ratusan remaja terlibat dalam agribisnisnya.

Areal lahan pertanian sayuran organik milik Okiagaru Farm ada sekitar 1,8 ha di Cianjur dan 2 ha di Cisarua. Di lahan itu, Agus menanam sekitar 100 jenis sayuran dan sebanyak 50% merupakan sayuran asli Jepang, seperti kyuri (timun jepang), horenzo (bayam jepang), kabocha (labu jepang), satsumaimo (ubi jepang), zucchini,  dan negi. Sementara sisanya merupakan sayuran lokal tapi dikonsumsi di restoran Jepang. (https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/kontak-tani-sukses/6266-agus-ali-nurdin-dengan-okiagaru-pasok-sayur-ke-resto-jepang-)

Kedua adalah Sandi Octa Susila Pemuda berumur 26 tahun mendapatkan penghasilan Rp 500 juta per bulan dari agribisnis sayuran. Dia masih muda, berpendidikan S2 IPB, penggerak 373 petani, mengelola total 120 ha lahan sayuran berafiliasi dengan PTPN dan lahan swasta serta lahan pribadi dengan membawahi 50 karyawan adalah sederet figur seorang Sandi Octa Susila.

Pemuda kelahiran Cianjur ini menetapkan jalur profesi dan bisnisnya di dunia pertanian. Hal yang teramat jarang digeluti anak muda pada usianya. Bahkan dia memulai usaha sejak duduk di semester 5, S1 IPB. (https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/agri-profil/9792-Sandi-Octa-Susila-Pemuda-26-Tahun-Penghasilan-Pertaniannya-Rp-500-Juta-Per-Bulan)

Berikutnya adalah Evrina Budiastuti, dia juga alumni IPB yang berkiprah di bidang pertanian, bukan sebagai petani, melainkan sebagai Penyuluh Pertanian. Penyuluh Pertanian PNS dari Kabupaten Bogor Evrina Budiastuti ini  terpilih menjadi penyuluh pertanian teladan tingkat nasional yang diundang ke Istana Negara dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 74. (https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/agri-profil/9735-Evrina-Budiastuti-Pasarkan-Produk-Gapoktan-dengan-kiosgapoktan)


Tokoh Penyuluhan Pertanian Mulyono Machmur kagum dengan sosok muda alumni IPB yang mau menjadi PPL ini. Mulyono menanyakan kepada Evrina, apa yang menjadi motivasi anda menjadi penyuluh, paham nggak prinsip penyuluhan, apakah sudah bisa buat rancang bangun agribisnis dengan 30 ha, bagaimana kalau ada tawaran yang lebih menarik. Semuanya bisa dijawab dengan baik oleh Evrina. 

Ketua KTNA Maman Suparman mengomentari sosok petani alumni IPB ini mantaap. “Mantaaap, susah cari yang demikian,” tambahnya kepada Sinar Tani.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018