Kamis, 23 Mei 2019


Bantuan ke Petani Terus Mengalir

02 Apr 2019, 11:40 WIBEditor : Yul

Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan bantuan kepada para petani dan pengembangan KRPL

TABLOIDSINARTANI.COM, JAWA BARAT -- Setelah Rabu hingga Jumat (20-22/3) menyusuri Bumi Pariangan (Cianjur, Bandung Barat, Garut dan Ciamis), kini Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman kembali menyusuri wilayah Pantai Utara Jawa Barat. Dimulai dari Kabupaten Karawang, Sumedang, Kuningan, Cirebon hingga Brebes.

Di Karawang, kegiatan yang bernama Pertemuan Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementan Tahun 2019 dilaksanakan di Desa Pacing, Kecamatan Jati Sari, Karawang, Selasa (26/3). Pertemuan dilakukan guna meningkatkan produksi melalui penerapan pertanian modern, sehingga Indonesia menjadi lumbung pangan dunia sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Amran Sulaiman memberikan bantuan kepada petani Karawang senilai Rp 37,7 miliar. Bantuan berupa alat mesin pertanian, benih kelapa 50 truk yakni 5.000 batang, benih cabai rawit, cabai keriting, mangga, jagung manis, padi inbrida, domba serta ayam 400 ribu ekor plus kandang, obat-obatan dan pakan gratis selama enam bulan. Kementan juga memberikan bantuan pengembangan kawasan rumah pangan lestari.

Hadir dalam kegiatan itu Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah Putra, Dirjen Perkebunan, Kasdi Subagiyono, Dirjen Hortikultura Suwandi, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy, Kepala Badan Litbang, Fadjry Djufry dan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Momon Rusmono, serta perwakilan Bulog dan KTNA.

Amran mengatakan, bantuan pemerintah ke Karawang selama 4,5 tahun terakhir mencapai Rp 527 miliar dan alat mesin pertanian sebanyak 1.240 unit. Bantuan pun kembali disalurkan saat ini secara langsung kepada petani.Jadi kami tidak ingin membawa janji, tapi membawa bukti,” katanya.

Di Kota Tahu, Sumedang

Setelah dari Karawang, Amran meneruskan perjalanan menuju Sumedang. Seperti halnya di daerah lainnya, kabupaten yang terkenal dengan tahu ini mendapat bantuan senilai Rp 40,95 miliar. Bantuan pertanian tersebut terdiri dari benih pala, kakao, padi, jagung, sayuran, cabai, tumpang sari jagung kedelai, bibit mangga, durian, alat mesin pertanian, asuransi pertanian, dan bantuan alat uji tanah dan pupuk.

Juga melalui kegiatan dan Program Santri Tani Milenial, Pengembangan Ternak Ruminansia Potong, Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) dan Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) berupa ayam berikut kandang, pakan dan obat-obatan selama 6 bulan.

Amran memberikan tambahan bantuan bibit kelapa 24 ribu batang untuk 200 ha dan bibit jagung untuk 5 ribu ha. Bantuan diberikan kepada petani dan santri tani milenial dalam Pertemuan Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementan 2019 yang berlangsung di Kantor Bupati Sumedang, Rabu (27/3). Selama hampir 5 tahun pemerintahan menyalurkan bantuan yang totalnya Rp 1,3 triliun untuk sektor pertanian Sumedang. Hari ini kami bawa Rp 40,95 miliar,” katanya.

Amran menegaskan bantuan dan program yang diberikan Kementan bertujuan untuk menurunkan angkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Total kemiskinan di Kabupaten Sumedang mencapai 100 ribu jiwa dan ditargetkam turun 15 ribu jiwa. Namun demikian, Amran menaikkan target penurunan kemiskinan menjadi 30 ribu jiwa.

Untuk menurunkan kemiskinan, melalui program Bekerja, Kementan memberikan bantuan ayam sebanyak 270 ribu ekor untuk 5 ribu kepala keluarga. Bantuan ayam yang disalurkan tersebut diberikan secara gratis berikut kandang, obat-obatan dan pendampingan selama 6 bulan.

Kalau 5 ribu dikali 4 orang satu rumah berarti 20 ribu orang. Inilah tujuan kami datang yang berada di bawah garis kemiskinan, kami bantu 50 ekor ayam untuk satu rumah tangga miskin," tutur Amran.

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi menambahkan, Kabupaten Sumedang merupakan salah satu sentra hortikultura di Jawa Barat. Terdapat tananan sayuran 5.675 ha, sawo 670 ha, mangga 7.500 ha, manggis 1.500 ha, dan alpukat 3.200 ha serta terdapat juga salak.

"Guna mendorong peningkatan produksi disalurkan bantuan 2019 ke Sumedang total Rp 5,5 miliar untuk pengembangan bawang merah, bawang putih, cabai, paria, timun, terong, mangga 90 ha dan lainnya. Bahkan disiapkan untuk membuka pasar lelang sayuran, bangsal pasca panen dan sarananya," ungkap Suwandi.

Reporter : Idt
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018