Sunday, 26 June 2022


Pemerintah Minta Peran Duta Ayam dan Telur Dioptimalkan

07 Nov 2018, 14:30 WIBEditor : Ika Rahayu

Dirjen PKH Kementan diapit Duta Ayam dan Telur terpilih

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Offie Dwi Natalia dan Andi Ricki Rosali setelah melalui proses seleksi yang ketat terpilih sebagai Duta Ayam dan Telur (DAT) periode 2018-2021. Pemerintah meminta peran DAT dioptimalkan sehingga dapat berkontribusi turut memecahkan permasalahan yang masih membelit dunia perunggasan.

“Duta ayam dan telur merupakan ujung tombak untuk dapat mendorong peningkatan konsumsi daging ayam dan telur di masyarakat. Karena itu perannya harus dioptimalkan,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, dalam pengarahannya sebelum mengukuhkan Duta Ayam dan Telur periode 2018-2021, di Hotel Ambhara Jakarta, Selasa (6/11).

Kegiatan pemilihan Duta Ayam dan Telur untuk periode tahun 2018-2021 dilaksanakan Forum Media Peternakan (Format) bekerja sama dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia. Menurut Ketua Format, Suhadi Purnomo, dari puluhan peserta yang mendaftarkan diri, terjaring empat pasang sebagai grand finalis dan setelah melalui tahapan penjurian akhir terpilih satu pasang sebagai penyandang gelar Duta Ayam dan Telur.

Ada tiga personil yang bertindak sebagai juri yakni Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPH Nak) Ditjen PKH Kementan, Fini Murfiani, praktisi bisnis unggas, Ir. Achmad Dawami serta pakar pengembangan sumber daya manusia, Vera Damayanti.

Sebelum dilakukan penjurian, ke-delapan finalis memperoleh pembekalan dari Ir. Achmad Dawami praktisi bisnis ayam ras yang juga Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) Indonesia dan Drh. Rakhmat Nuriyanto dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI).

Dirjen PKH, I Ketut Diarmita mengapresiasi adanya kegiatan pemilihan Duta Ayam dan Telur karena memang sosok DAT sangat diperlukan terutama untuk bisa melakukan promosi sehingga ke depan bisa mendorong peningkatan konsumsi daging ayam dan telur di masyarakat.

“Saat ini konsumsi daging ayam dan telur masyarakat kita jauh lebih rendah dibanding negara tetangga Malaysia dan Singapura. Sementara produksi kedua komoditas itu di dalam negeri sudah surplus,” jelas I Ketut Diarmita yang pada kesempatan itu didampingi Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, Sugiono.

Peningkatan daya serap pasar dalam negeri dalam kondisi surplus, menurut Dirjen PKH, karenanya sangat perlu diupayakan untuk mencegah terjadinya permasalahan ke depannya. Dalam hal ini sosok Duta Ayam dan Telur bisa berperan untuk bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi daging ayam dan telur.

“Saat ini permasalahan di perunggasan sangat complicated karena terkait dengan penyediaan pakan, bibit dan obat hewan. Belum lagi harga jual daging ayam dan telur masih terus saja berfluktuasi. Saya harapkan Duta Ayam dan Telur juga bisa ikut menenangkan bila terjadi gejolak di peternak atau di masyarakat,” tutur I Ketut Diarmita.

Reporter : Ira
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018