Friday, 18 June 2021


Rp 1 Juta/Hari dari Burung Puyuh, Mus Mulyadi Tekan Biaya Pakan

03 Jun 2021, 08:52 WIBEditor : Ahmad Soim

Mul Mulyadi - Usaha Burung Puyuh | Sumber Foto:Suroyo

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Serang  -- Mus Mulyadi menangguk untung Rp 1 juta per hari dari burung puyuh. Inovasi dalam menekan biaya pakan ia kembangkan.

 Mus Mulyadi Alumni Agroekoteknologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, pada tahun 2015 mendirikan Quail Farm Family. Berawal dari hobi memelihara burung puyuh petelur, Mulyadi akhirnya punya bisnis yang menjanjikan.

Komoditas burung puyuh petelur relatif cepat perputaran keuangannya karena karakter burung puyuh petelur bisa berproduksi setelah 40 hari dia menetas dan mempunyai masa produksi telur cukup lama yaitu sekitar 18 bulan sampai ke afkir.

BACA JUGA:

Mus Mulyadi saat ini memiliki 10.000 ekor burung puyuh petelur yang keuntungan bersihnya sebesar Rp 1.000.000/hari. “Komoditas burung puyuh dapat dijadikan banyak peluang usaha seperti telur puyuh, daging puyuh serta kotorannya dijadikan pupuk organik” terang Mus

Mus Mulyadi juga berhasil menemukan inovasi dalam usahanya yaitu pakan yang harganya lebih murah dari pada pakan dipasaran. “Selama 5 tahun ini saya meneliti terkait pakan dan sekarang hasilnya pakan saya lebih murah dibandingkan harga pakan yang ada di toko sehingga menambah keuntunggan yang cukup lumayan. Saat ini usaha saya sudah bisa dikatakan mandiri karena sudah bisa memproduksi sendiri kebutuhan bibit dan pakan”. Ujar Mus

Mus Mulyadi yang saat ini sudah memilki banyak mitra. Ia dapat menjual produknya dengan harga yang murah kepada mitranya “ Saya bisa membuat pakan burung puyuh dengan kualitas yang baik dan tidak kalah dengan produk yang ada di toko dengan harga Rp 5.000/kg sedangkan produk yang ada di toko sudah kisaran Rp 7000/kg sehingga yang bermitra degan saya akan mendapatkan harga yang murah serta berkualitas dan saat ini saya memproduksi pakan untuk mitra saya sebanyak 500 kg/ hari”

Beternak butuh puyuh peterlur memilki manfaat ekonomis yang luar biasa karena bisa berjualan bibit, pakan bahkan kotorannya. “Selain bibit dan pakan, kotoran burung puyuh juga dapat diolah menjadi pupuk organik bahkan bisa dijadikan pakan ikan dengan harga Rp 10.000/karung dan saya bisa menjual 5 s/d 7 karung/hari” ujar Mus.

Sebagai seorang peternak sukses, Mus berpesan “Agar generasi muda dapat tetap melangkah kedepan untuk berkarya guna menghasilkan produk dan menciptakan lapangan pekerjaan karena banyak orang yang membutuhkan pekerjaan” tutup mus yang telah memperkerjakan banyak karyawan.

____

 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

 

Reporter : Suroyo
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018