Thursday, 17 June 2021


Varietas Pangan Lokal Aceh yang didaftarkan ke PPVTP dan Diperbanyak

03 Jun 2021, 08:38 WIBEditor : Ahmad Soim

Habiburrahman | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh -- Ada beberapa varietas lokal Aceh yang saat ini mulai digemari oleh daerah masing-masing. Pemerintah Acen pun mendaftarkan varietas lokal tersebut ke Pusat Perlindungan Tanaman dan Perizinan (PPVTP) di Kementerian Pertanian. 

Kepala UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ( Distanbun) Aceh, Habiburrahman di ruang kerjanya (1/6/21) mengatakan: “PPVTP ini lanjutnya, berkedudukan di bawah Sekretariat Jenderal Pertanian, dari situlah nanti akan dikeluarkan legalitas bahwa kepemilikan berada di Provinsi Aceh atau di Pemerintah Kabupaten Kota yang ada di Aceh."

Tujuan dari kepemilikan legalitas ini lanjutnya agar varietas benih yang ada di Aceh menjadi varietas yang memiliki nilai ekonomis dan memiliki daya saing sehingga tidak dapat dibajak oleh provinsi dan negara lain.

BACA JUGA:

Hal ini penting, agar semua benih kita menjadi bagian dari pelestarian plasma nutfah. Harapannya ke depan dapat menambah nilai ekonomis yang diperoleh masing-masing kabupaten/kota agar benih tersebut mampu  meningkatkan nilai tambah serta berdaya saing.

Dengan adanya varietas lokal yang sudah bersertifikat, nanti dalam penggunaan benih dapat bersumber dari Aceh sendiri.

Lebih lanjut kata dia, untuk tahun 2021 ini targetnya beberapa varietas lokal akan diangkat atau dieksplorasi. "Salah satu varietas yang sudah diangkat adalah varietas padi lokal yang berasal dari Aceh Barat Daya (Abdya), yaitu padi Sigupai," ujarnya bangga.

“Kita ingin semua varietas lokal yang ada akan diajukan pelepasan izin edar dari Kementerian Pertanian RI. Setelah padi Sigupai, dalam waktu dekat ada juga Sanbey dari Simeulue, Sikuneng di Bireuen, Cantik Manis dari Pidie, bahkan ada juga padi gogo yang ada di Aceh Timur, yakni Arias,” jelasnya.

Pihaknya berharap kepada pemerintah kabupaten yang varietasnya sudah keluar tanda daftar, sudah bisa langsung melakukan pengadaan melalui anggaran yang tersedia. Namun, varietasnya tidak boleh dikeluarkan terlebih dahulu dari kabupaten setempat, karena masih tanda daftar kepemilikan, belum ada pelepasan.

Sebagai contoh Arias, Sikuneng, Sigupai, Sanbey dan lainnya, sebenarnya saat ini sudah bisa menggunakan dana, baik APBN dan APBA atau APBK untuk melakukan pembelian benihnya. Hanya saja tidak boleh mengeluarkan dari Kabupaten asal tanda daftarnya. "Harus di tanam di daerah tanda daftar," pungkasnya.

____

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018