Tuesday, 03 August 2021


Order Pengrajin Perahu Meningkat di Masa Pademi Covid-19

04 May 2021, 08:02 WIBEditor : Ahmad Soim

Perahu nelayan seperti ini banyak dipesan | Sumber Foto:Suriady

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap -- Tidak semua usaha merugi di tengah masa pandemi Covid-19. Salah satunya perajin perahu nelayan tradisional di Desa Mojong, Kecamatan Wattang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan.

Prospek kedepan pembuatan perahu di Sidrap bisa terus dikembangkan karena potensi yang dimiliki sangat besar karena didukung dengan adanya danau Sidenreng yang bisa dimanfaatkan masyarakat nelayan untuk menangkap ikan tentunya dengan menggunakan perahu.

Salah seorang perajin perahu di Desa Mojong, Suyuti (32) yang akrab disapa Suti kini kebanjiran pesanan. Penghasilan Suyuti meningkat dalam 4 (empat) bulan terakhir dan menerima pesanan perahu tidak hanya dari Sidrap melainkan dari beberapa kabupaten lainnya seperti Soppeng, Bone dan Wajo.

BACA JUGA:

Saat Reporter tabloidsinartani.com menemuinya, Suyuti mengatakan bahwa " sejak tahun 2005 kami membuka usaha pembuatan perahu tradisional untuk nelayan karena kami anggap prospek kedepannya jelas dan keuntungannya sangat bagus,"kata Suyuti.

Untuk jenis kayu yang kami gunakan dalam membuat perahu ada dua jenis yakni kayu kelapi dan kayu kasiah. Untuk kayu kelapi Suyuti mengaku ia datangkan dari Rappang dan untuk kayu kasiah dari Bola Bulu. Dengan harga kayu kelapi perlembarnya Rp 150 ribu rupiah, sedangkan kayu kasiah perpotong Rp 30 ribu rupiah.

"Kalau hanya dibuat tanpa hiasan, bisa selesai lima hari, tapi kalau dicat, dibuatkan dayung dan hiasan lainnya, saya bisa menyelesaikannya sampai 2(dua) minggu untuk 1(satu) perahu, sedangkan untuk harga tergantung dari besar kecilnya perahu, kalau perahu besar Rp 4,5 juta rupiah dan perahu kecil Rp 3,5 juta rupiah.

Suyuti pun mengawali usahanya hanya bermodalkan Rp 5(lima) juta rupiah, dan omset perbulan usahanya saat ini mencapai Rp 31 juta rupiah perbulan.

Pria dengan 4 (empat) anak ini sudah menjadi pembuat perahu tradisional lebih dari 17 tahun, dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menyelesaikan 1(satu) buah perahu.

 === 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018