Sunday, 24 October 2021


Jamehe Greng Srikandi Sumbergono, Tetap ‘Greng’ Saat Pandemi  

04 Oct 2021, 14:19 WIBEditor : Yulianto

Jahe Greng produk KWT Sri Mentani Makmur | Sumber Foto:Tri Agus

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta-- Di masa pandemi Covid-19, penting bagi seseorang untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah jatuh sakit. Salah satu kekayaan alam Indonesia yang punya potensi untuk mempertahankan imunitas seseorang adalah empon-empon, salah satunya jahe merah.

Minuman instan jahe merah memiliki banyak manfaat. Salah satunya sebagai daya tahan tubuh manusia. Karena itulah, banyak petani yang membudidayakan jahe merah. Harapan mereka, dengan banyaknya warga yang dapat mengolah Jahe akan menjadikan tambahan pendapatan.

Seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Mertani Makmur, Desa Sumbergondo. Komsatun, sebagai pengerak sekaligus Ketua KWT Sri Mertani Makmur mengatakan, di masa pandemi permintaan jahe merah sangat tinggi. Karena itu, pihaknya tidak hanya membudidayakan jahe merah juga mengolahnya menjadi produk instan jahe merah dengan ramuan herbal.

Berkat binaan dari Dinas Pertanian Kota Batu dengan pemberian fasiltas produksi dan pelatihan pengolahan, KWT Srimertani Makmur dengan brand Jamehe (Jahe Merah Herbal) Greng kini omsetnya kian meningkat.

“Kegiatan pendampingan penyuluh dan pendamping petani berupa pelatihan pengolahan, pelatihan pembuatan logo dan desain produk olahan, serta pemasaran. Kini, produk JAMEHE sudah menembus pasar regional, omzet pun semakin meningkat,kata Komsatun. Produk tersebut dikemas dengan berat bersih 100 gram dan 200 gram, kisaran harga Rp 10.000,- sampai Rp 20.000.

Menurut Abdi Wira Septama, peneliti dari Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), berdasarkan penelitian yang mereka lakukan secara in-vitro, ada beberapa tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai immunomodulator, salah satunya adalah jahe merah.

 

Reporter : Tri Agus/Echa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018