Senin, 26 Agustus 2019


Belajar Tanaman Lewat Relief di Borobudur

19 Mar 2019, 16:23 WIBEditor : Gesha

Salah satu relief pohon pisang pada Candi Borobudur | Sumber Foto:Buku Panduan Wisata Edukasi ‘Relief Flora Ca

Adanya 15 jenis relief menandakan tanaman tersebut sudah dikenal oleh masyarakat luas sejak lampau karena Candi Borobudur sendiri berasal dari abad 8-10 Masehi.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Magelang --- Siapa yang sering ke Candi Borobudur?Sadar gak sih kalau di Candi Borobudur itu terdapat juga relief aneka tanaman? Dengan adanya relief, menandakan bahwa tanaman tersebut sudah dikenal sejak zaman dahulu.

Berdasarkan keterangan dari Buku Panduan Wisata Edukasi  ‘Relief Flora Candi Borobudur’ yang dikeluarkan oleh Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ada 15 jenis tanaman yang terdapat di relief Candi Borobudur antara lain, Pohon Bodhi, Seroja, Talas, Siwalan, Nangka, Sukun, Pulai, Tanjung, Tebu, Pinang, Pisang, Mangga, Durian, Asam Jawa dan Manggis.

Adanya 15 jenis relief menandakan tanaman tersebut sudah dikenal oleh masyarakat luas sejak lampau karena Candi Borobudur sendiri berasal dari abad 8-10 Masehi.

Misalnya pohon bodhi yang memang banyak terdapat pada relief candi beraliran Budha dan terkenal sebagai tempat semedi Sang Budha Gautama yang sering disebut sebagai pohon kehidupan. Pohon Bodhi sendiri masuk ke dalam jenis beringin-beringinan karena ciri-cirinya persis seperti pohon beringin.  

Seroja juga paling banyak terdapat pada relief Candi Borobudur karena melambangkan kesucian. Apabila melihat seroja, pasti kita melihatnya seperti teratai, padahal sebenarnya berbeda. Seroja memang tumbuh di atas air seperti teratai, tetapi bedanya tangkai seroja menjulang tinggi ke atas. Jadi daun dan bunganya menjulang tinggi di atas permukaan air, sedangkan teratai daunnya berada tepat di atas air dan bunganya di atas permukaan air. Kelopak bunganya pun berbeda.

Di relief Candi Borobudur, helaian daun talas terpahat sebagai salah satu atribut kelengkapan upacara atau mengiringi tokoh kerajaan/bangsawan. Makanya selalu disandingkan dengan atribut lainnya seperti payung, kipas dan panji.

Relief lainnya adalah tanaman lontar, dimana Masyarakat kuno dulu tidak hanya memanfaatkan untuk makanan dan minuman saja, melainkan daunnya dimanfaatkan sebagai kertas atau biasa disebut dengan daun lontar. Makanya beberapa naskah kuno tidak hanya dipahat di batu, melainkan ditulis di daun lontar.

Tanaman lainnya adalah Pulai yang memang biasa dimanfaatkan untuk tanaman hias. Daunnya yang khas, menjari-jari menjadi ciri khas utamanya. Buah pulai sendiri sering disebut buah kasih sayang karena berpasangan. Dalam tradisi Bali Kuno, pulai ini termasuk tanaman yang diskaralkan karena berumur panjang dan mampu tumbuh menjulang tinggi. Bahkan sampai saat ini, pulai dijadikan pelengkap ritual keagamaan pada masyarakat Bali.

Tanjung juga terlihat pada relief Candi Borobudur, bahkan masih bisa ditemukan di sekitar candi karena wanginya yang harum dianggap dapat menciptakan suasana yang tenang ketika bersembahyang. Oleh Keraton Yogyakarta, tanjung dianggap tanaman bernilai filosofis yaitu menjunjung tinggi nama baik dan menunaikannya sebaik mungkin. Bahkan oleh pujangga IndiaKuno, Kalidasa, tanjung melambangkan cinta dan keindahan.

Tanaman tebu yang sudah ada sejak dahulu terlihat pada relief Candi Borobudur sebab menjadi komoditas ekspor penting dari tanah Jawa. Kemudian ada pula relief dari tanaman pinang yang sudah sejak lama menjadi komoditas utama kerajaan-kerajaan di Indonesia.

Aneka Relief Buah

Tak hanya tanaman daun dan bunga-bungaan saja yang terdapat pada relief Candi Borobudur, tetapi aneka relief buah-buahan juga terlihat di beberapa bagian relief Candi Borobudur.

Tanaman Nangka yang sekarang menjadi buah pelengkap pada es cendol ternyata juga sudah dimanfaatkan oleh masyarakat dulu dengan memanfaatkan batang pohon nangka sebagai pewarna alami warna merah-jingga untuk kain para biksu.

Tanaman dari suku yang sama dengan Nangka yaitu Sukun juga terlihat dalam relief di Candi Borobudur. Diperkirakan sukun ini sudah dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sejak dahulu karena terdapat pahatan di salahsatu relief Candi Borobudur.

Buah Pisang dan mangga terlihat banyak pada relief Candi Borobudur. Dalam masyarakat India dan Bali Kuno, tanaman mangga dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional.

Eksistensi Durian ternyata sudah ada dari jaman dahulu, ini terlihat dari relief dan dalam naskah masa lalu, Kakawin Ramayana (870 masehi), durian merupakan salahsatu buah untuk persembahan bagi seseorang yang dihormati.

Kemudian ada Asam Jawa dan masyarakat zaman dahulu menyebutkan nama asam jawa sebagai bagian kuliner yang berkembang pada masa itu, yakni sebagai minuman. Bahkan pada Abad 10 Masehi, asam jawa menjadi komoditas perdagangan yang penting bagi Kerajaan Sunda di Jawa.

Lalu ada relief manggis yang sejak zaman dahulu memang menjadi buah kesukaan para raja-raja. Manggis sendiri dapat dikatakan buah kejujuran karena di bagian luarnya, tepatnya di bagian bawah terdapat jumlah buah yang ada di dalamnya. Bahkan masyarakat Cina menggunakan buah manggis sebagai persembahan. 

Reporter : Clara
Sumber : Buku Panduan Wisata Edukasi ‘Relief Flora Ca
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018