
Wamentan Sudaryono saat menghadiri kontes sapi APPSI di Wonosobo
TABLOIDSINARTANI.COM, Wonosobo --- Hari Raya Idul Adha yang kerap disebut sebagai “lebarannya peternak sapi”, Kontes Sapi APPSI Wonosobo Piala Ketua MPR RI 2026 hadir membawa angin segar bagi dunia peternakan nasional.
Ajang ini tak sekadar menjadi perlombaan, tetapi juga momentum penting untuk membangkitkan semangat peternak sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing ternak di Indonesia.
Digelar di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, kontes ini menjadi ruang strategis bagi para peternak untuk saling bertukar pengalaman, memperluas jaringan, hingga membuka peluang pasar yang lebih luas. Antusiasme peserta pun terlihat tinggi, mencerminkan besarnya harapan terhadap kemajuan sektor peternakan.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menilai kontes sapi memiliki peran penting sebagai pemicu semangat dan kompetisi sehat di kalangan peternak. Menurutnya, rasa bangga dan gengsi positif justru perlu dijaga agar peternak terus berinovasi dan berkembang.
“Kontes ini menjadi trigger. Gengsi antar peternak harus kita pelihara supaya tetap guyub dan berkembang,” ujar Sudaryono.

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, juga mengingatkan pentingnya menjaga populasi sapi nasional, terutama menjelang Idul Adha. Ia menegaskan agar peternak tidak memotong sapi betina produktif demi keberlanjutan populasi ternak.
“Untuk menjaga populasi tetap meningkat, saat Idul Adha mohon yang dipotong sapi jantan saja. Sapi betina produktif jangan dipotong,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menekankan bahwa kontes sapi memiliki nilai strategis lebih dari sekadar kompetisi.
Ajang ini menjadi titik temu antara peternak, pedagang, hingga pelaku usaha untuk saling berbagi pengetahuan, mulai dari peningkatan bobot ternak hingga pencegahan penyakit seperti PMK dan LSD.
“Idul Adha adalah lebarannya peternak sapi. Kontes ini jadi tempat bertukar informasi, bagaimana meningkatkan kualitas ternak dan pendapatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meningkatnya pendapatan peternak akan berdampak langsung pada pergerakan ekonomi daerah. Karena itu, kontes seperti ini dinilai sebagai langkah nyata dalam memperkuat kesejahteraan peternak sekaligus memperluas akses pasar.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pertanian menghadirkan hadiah menarik berupa lima ekor sapi berbobot di atas satu ton bagi para pemenang. Insentif ini diharapkan mampu memacu semangat peternak untuk terus meningkatkan kualitas ternaknya.
Ketua Panitia Kontes, Feri Atanta, menyebut kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, khususnya sektor peternakan.
“Tujuannya untuk memotivasi peternak di seluruh Indonesia agar terus belajar dan meningkatkan kualitas ternak,” ujarnya.
Selain itu, kontes ini turut berperan dalam menjaga keunggulan genetik ternak lokal sekaligus memperkuat posisi Wonosobo sebagai salah satu sentra peternakan sapi unggulan di Indonesia.