Kamis, 15 November 2018


Dubes RI di Belgia Tengok Perkembangan Sapi Belgian Blue

06 Nov 2018, 05:39 WIBEditor : Yulianto

Dubes RI untuk Belgia, Yuri Thamrin (tengah) berada di kandang sapi pedet Belgian Blue di BET, Cipelang | Sumber Foto:Yulianto

Pengembangan sapi Belgian Blue diharapkan dapat memenuhi kebutuhan daging di dalam negeri

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Duta Besar Indonesia di Belgia Yuri O Thamrin dan Perwakilan Kedubes Belgia di Indonesia, Cristophe Van Overstaeten menengok perkembangan sapi Belgian Blue (BB) di Balai Embrio ternak (BET), Cipelang, Bogor. Senin (5/11). Kunjungan tersebut untuk mengetahui langsung progres pertumbuhan dan performa sapi BB di Indonesia.

Yuri Thamrin memberikan apresiasi atas keberhasilannya mengembangkan sapi Belgian Blue di Indonesia. Ia berharap performans sapi BB dengan perototannya yang luar biasa dan potensi karkasnya yang besar (70-80%) dapat menjadi peluang pengembangan sapi di Indonesia. 

Upaya yang dilakukan pemerintah ini diharapkan kedepan dapat memenuhi kebutuhan protein hewani asal ternak bagi masyarakat Indonesia,” katanya di sela-sela melihat pedet sapi BBDalam kunjungan tersebut Dubes RI untuk Belgia itu didampingi Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sugiono.

Yuri mengatakan, untuk meningkatkan keberhasilan pelaksanaan pengembangan sapi BB, saat ini Indonesia sedang mengusulkan kerjasama dengan Pemerintah Belgia, terutama dalam rangka peningkatan SDM. “Dari kerjasama yang telah dilakukan ini, kita menarik manfaat perlunya adanya peningkatan capasity building, sebagai kerjasama lanjutan,” ujarnya.

Sementara itu Atase Pertanian KBRI di Belgia, Wahida mengatakan, kajian mengenai kerjasama pengembangan sapi BB sudah berlangsung sejak tahun 2013, namun baru terelisasi tahun 2016 lalu. “Di sini peran KBRI menjemput bola melihat potensi yang bisa dikerjasamakan dengan Belgia,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Sugiono menjelaskan, sapi BB merupakan rumpun sapi potong kelompok Bos Taurus yang berasal dari negara Belgia. Keunggulan sapi BB diantaranya mempunyai konformasi perototan yang baik dan persentase karkas yang tinggi sekitar 20% lebih tinggi dari persentase karkas sapi pada umumnya. Kandungan lemaknya juga relatif lebih rendah dan memiliki efisiensi penggunaan pakan yang baik.

"Potensi produksi karkas yang tinggi dan performans yang baik merupakan harapan bagi pemenuhan kebutuhan protein bagi masyarakat," ungkapnya.

Pengembangan Belgian Blue di BET Cipelang dimulai sejak tahun 2016. Tahap pertama adalah pengadaan embrio beku dan semen beku BB.  Kegiatan ini kini telah membuahkan hasil yang ditandai dengan kelahiran sapi hasil persilangan antara semen beku BB dengan sapi perah melalui inseminasi buatan (IB) Besar Indonesia di Belgia dan kelahiran sapi murni hasil transfer embrio (TE).

Kementerian pertanian menargetkan tahun 2019 akan ada kelahiran keturunan BB menjadi 1.000 ekor baik melalui TE maupun IB. **

Reporter : Yul

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018