Sunday, 19 April 2026


Stok Aman, Harga Terjaga: Begini Strategi Pemerintah Hadapi Ramadan 2026

27 Jan 2026, 07:03 WIB

Pemerintah pastikan stok pangan jelang Ramadan 2026 aman, harga beras, ayam, telur terjaga, langkah antisipatif ini untuk lindungi konsumen sekaligus stabilkan pasar nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA -- Pemerintah pastikan stok pangan jelang Ramadan 2026 aman, harga beras, ayam, telur terjaga, langkah antisipatif ini untuk lindungi konsumen sekaligus stabilkan pasar nasional.

Pergerakan harga pangan nasional hingga akhir Januari 2026 terpantau relatif stabil, meski ada fluktuasi terbatas pada beberapa komoditas strategis. Data panel konsumen Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 26 Januari 2026 menunjukkan mayoritas harga bergerak tipis, mencerminkan pasokan yang masih cukup di pasar.

Di kelompok beras, pergerakan harga cenderung variatif namun terkendali. Beras premium naik tipis 0,09% menjadi Rp15.560 per kilogram, beras medium naik 0,07% ke Rp13.368 per kg, dan beras medium non-SPHP naik 0,22% menjadi Rp13.918 per kg. Sebaliknya, beras SPHP turun 0,09% ke Rp12.441 per kg dan beras khusus lokal terkoreksi 0,54% menjadi Rp15.584 per kg.

Harga hortikultura melanjutkan tren pelemahan. Bawang merah turun 1,61% menjadi Rp40.081 per kg, bawang putih bonggol turun 0,27% ke Rp38.362 per kg, cabai merah keriting melemah 2,58% ke Rp35.896 per kg, cabai merah besar turun 1,98% menjadi Rp36.391 per kg, dan cabai rawit merah turun 0,46% ke Rp51.628 per kg.

 

Di sektor protein hewani, harga daging ayam ras turun tipis 0,05% menjadi Rp38.959 per kg, sementara telur ayam ras turun 0,31% ke Rp30.454 per kg. Harga jagung tingkat peternak melemah 0,35% menjadi Rp6.896 per kg, sedangkan kedelai biji kering impor turun 0,94% ke Rp10.816 per kg. Harga daging sapi murni relatif stabil di Rp136.748 per kg.

Ketua DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta, Ngadiran, menilai kondisi harga pangan sepanjang Januari relatif tenang. “Kalau dibandingkan tahun lalu, sekarang lebih tidak bergejolak. Harga tidak naik-naik amat, bahkan beberapa komoditas turun,” ujarnya.

Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas produksi dan harga ayam serta telur, sebagai sumber protein utama masyarakat. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menggelar koordinasi dengan asosiasi perunggasan dan Satgas Pangan Polri pada 22 Januari 2026 guna memastikan pasokan aman dan mencegah gejolak harga.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Achmad Dawami, memastikan pasokan unggas nasional dalam kondisi aman. Produksi day old chick (DOC) broiler saat ini mencapai sekitar 70 juta ekor per minggu, sedangkan produksi telur mencapai 14.000 ton per hari. Ia juga mengingatkan adanya potensi kelebihan pasokan pada Maret–Juli 2026 yang bisa menekan harga di tingkat peternak.

 

Di sisi hilir, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan pihaknya menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026. “Ini perintah Bapak Presiden. Stabilkan harga. Titik. Siap, Bapak Presiden,” kata Amran

Stabilisasi harga didukung ketersediaan stok nasional, termasuk cadangan beras sebesar 3,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Harga ayam hidup saat ini berada di kisaran Rp22.000–Rp23.000 per kg, masih di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp25.000 per kg.

 

Dengan stok pangan aman dan harga relatif terjaga, pemerintah optimistis stabilitas harga pangan akan bertahan, sekaligus melindungi daya beli masyarakat dan pendapatan peternak selama Ramadan dan Lebaran 2026.

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018