Rabu, 22 Mei 2019


Strategi Pendidikan Vokasi Pertanian Menghadapi Revolusi Industri 4.0

11 Jan 2019, 06:07 WIBEditor : Ahmad Soim

Kapusdik Pertanian Idha Widi Arsanti membuat model pembelajaran teaching factory | Sumber Foto:dok tabloidsinartani.com

Pendidikan vokasi pertanian dalam menghadapi revolusi industri 4.0 bukanlah hal mudah. Sederet hal perlu dipersiapkan, diantaranya merubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan yang ada saat ini. "Negara perlu merubah tiga hal dari sisi eduka


TABLOIDSINARTANI.COM - Untuk maju, sebuah negara sudah seharusnya melakukan perubahan di berbagai bidang. Apalagi saat ini, ketika negara negara tidak terkecuali Indonesia tengah menghadapi era revolusi industri 4.0 di mana persaingan kian ketat. Penggerak perubahan itu adalah SDM, sehingga perlu langkah strategis perbaikan sumber daya manusia. Demi menciptakan hal tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Pusat Pendidikan Pertanian membuat terobosan transformasi pendidikan pertanian dengan mentransformasi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian  (STPP) menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dengan 13 Program Studi di bidang teknis pertanian.

 

Transformasi pendidikan pertanian itu dilakukan pada  akhir tahun 2018. Perubahan pendidian itu diikuti dengan menjalin kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI). PISAgro  (Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture) merupakan group kemitraan publik swasta di bidang pertanian yang menjadi mitra dalam pengembangan pendidikan vokasi pertanian di Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN) terkait dengan pengembangan kurikulum, magang dosen, mahasiswa dan rekruitment lulusan serta penerapan teaching factory.



Pendidikan vokasi pertanian dalam  menghadapi revolusi industri 4.0  bukanlah hal mudah. Sederet hal perlu dipersiapkan, diantaranya merubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan yang ada saat ini. "Negara perlu merubah tiga hal dari sisi edukasi," ujar Idha Widi Arsanti Kepala Pusat Pendidikan Pertanian pada saat melakukan monitoring dan evaluasi persiapan kampus Polbangtan Sembawa Sumatera Selatan.

 

Menurut Kapusdik Pertanian Kementan beberapa hal paling  fundamental dalam pendidikan vokasi pertanian yakni dimulai dari  mengubah sifat dan pola pikir anak-anak zaman sekarang. Selanjutnya, kampus harus bisa mengasah dan mengembangkan bakat seorang mahasiswa. Dan institusi pendidikan tinggi pertanian haruslah mampu mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan di zaman milenial  yang sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri.


Idha Widi Arsanti menambahkan salah satu strategi yang harus dilakukan ialah melakukan pembenahan di pendidikan vokasi pertanian dengan memaksimalkan penerapan model pembelajaran teaching factory atau teaching Industri di kampus. Konsep pembelajaran teaching factory/Industri merupakan suatu model pembelajaran yang berbasis produksi (barang/jasa) yang dibutuhkan oleh DU/DI, sepenuhnya dikerjakan oleh mahasiswa, dilaksanakan dalam ruang atau lahan praktik atau bengkel yang telah dikondisikan mendekati situasi dan suasana tempat kerja yang sebenarnya, waktu, prosedur, dan cara/aturan sesuai standar DU/DI.

 

BACA JUGA:

> Selama 4 Tahun 385.170 Unit Alsintan Digelontorkan ke Petani

> Menteri Amran Pertanian Alami Transformasi Besar Dalam 4 Tahun

> Inilah hasil program terobosan Kementerian Pertanian dalam 4 Tahun Terakhir

 

Pengembangan sarana prasarana yang dibutuhkan oleh masing masing program studi sehingga peralatan praktik sudah standar DU/DI dan Dosen serta Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) perlu ditingkatkan kompetensinya melalui magang dan Training terkait kompetensi sesuai program studi. Pada tahun 2019 Pusat Pendidikan Pertanian sudah  membuat grand design pengembangan Politeknik Pembangunan Pertanian menuju word class university, diantaranya dengan melengkapi semua sarana pra sarana praktik  di masing – masing program studi sesuai DU/DI dan era revolusi 4.0 dan meningkatkan kompetensi Dosen dan PLP melalui program magang dan training.

Reporter : Widi A
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018